www.larisahomestay.com +62822 4251 9444 pin bbm: 5E48B488
Price Range ≤ Rp. 200.000
294 item(s) found.

Air Terjun Gedangan

Air Terjun Gedangan

Pagi... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Wisa Alam Air Terjun Gedangan yoshiewafa - Lokasinya berada di Kab. Bantul, Yogyakarta Pulau Jawa Indonesia Untuk Anda pecinta wisata alam terutama yang lokasinya berada di kawasan jogja yang terkenal memiliki banyak sekali pantai dengan potensi yang sangat bagus untuk dijadikan tempat wisata dan pantai yang sudah terkenal seperti pantai parangtritis.

Air Terjun Gedangan ini memiliki ketinggian sekitar 8 meter dengan muara yang berada dibawahnya hanya sedalam kurang lebihnya 1 meter. Air terjun ini juga dikenal dengan nama lainnya yaitu Air Terjun Seribu Batu karena disekitar lokasi air terjun ini banyak dikelilingi oleh bebatuan yang asalnya dari gunung api tua Ngelanggran.

Ada pula air terjun lain, seperti Grejeng, Kedung Progo, Kedung Blimbing dan juga Kedung Grojog akan tetapi Air terjun gedangan adalah air terjun yang paling sering dikunjungi orang.  Lokasinya berada di kawasan Giriloyo, Kec. Imogiri, Kab. Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogjakarta.

Untuk Anda yang ingin menuju air terjun ini bisa menempuh waktu sekitar 30 menit dengan jalan kaki dari pemukiman warga setempat. Ada dua pilihan untuk dapat menuju kesana, pertama melewati salah satu dusun yang ada di Kelurahan Wukirsari dengan melewati jalan beraspal atau yang kedua melewati jalan tanah yang masih sangat alami.

Jika Anda memilih untuk melalui jalur jalan tanah akan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 45 menit dengan jarak tempuh kurang lebihnya sekitar 1,5 km dan lebar jalannya sekitar  30-50 cm. Kondisi jalan tanah yang akan dilalui cukup terjal dan jika cuaca sedang hujan akan menjadi becek dan penuh dengan lumpur.

Pesan saya yoshiewafa : Tempat wisata alam di jogja yang satu ini sangat cocok untuk Anda yang suka dengan Tantangan alam karena kondisinya masih belum terkelola dengan baik mengingat jalan tempuhnya yang hanya 30-50 cm.

detail

Air Terjun Goa Cerme

Air Terjun Goa Cerme

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Air Terjun Dan Goa Cerme letaknya dekat dengan wisata Goa Cerme. Menurut cerita masyarakat, Goa Cerme ini mempunyai sejarah yang panjang sebagai salah satu tempat yang sering digunakan oleh para Sembilan Wali (Wali songo) dan juga para pemuka agama Islam untuk keperluan bermusyawarah dan mencari inspirasi.

Keberadaan dari air terjun ini kurang diperhatikan sebagai tujuan wisata, padahal memiliki potensi yang cukup besar untuk lebih memperkuat daya tarik dari Goa Cerme. Sampai sekarang, Air Terjun Goa Cerme dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengairi pertanian di sawah mereka mereka.

Alamat lokasinya berada di Dusun Srunggo, Desa Giritirto, Kec. Purwosari, Kab. Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogjakarta‎.

Jaraknya kurang lebih sekitar 25 km jika dari kota Bantul. Untuk dapat mencapai air terjun ini Anda harus menempuh perjalanan dari bawah dan melewati jalan setapak yang ada di wilayah Dusun Srunggo.

Obyek Wisata Goa Cerme

Sekilas Sejarah Goa Cerme

Tempat Wisata yang berada di bawah tanah seperti goa memang sering memacu adrenalin ketika sedang berada di dalamnya.

Suasananya yang gelap dan juga sunyi dapat menimbulkan rasa takut namun juga dapat membuat penasaran dengan isi yang ada di dalamnya.

Seperti halnya wisata Goa Cerme yang merupakan sebuah goa yang diyakini sebagai salah satu tempat berkumpulnya para Walisongo dan para ulama-ulama besar jaman dahulu.

Kata "cèrme" artinya adalah ceramah atau sebuah pembicaraan, Goa Cerme ini pada waktu dulu sering digunakan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Sebab itulah Goa Cerme ini digunakan oleh para Walisongo untuk kepentingan pertemuan dan membicarakan berbagai macam hal mengenai Islam dan penyebarannya.

Contohnya adalah sebagai tempat untuk membicarakan pembuatan Masjid Agung Demak pada waktu itu. Goa Cerme ini sudah dikenal sebagai sebuah tempat wisata di Yogyakarta sejak tahun1980-an.

Goa Cerme sebagai objek wisata


Panjang dari Goa Cerme kurang lebih sekitar 1,5 km, Goa Cerme ini juga menembus dua wilayah. Karena hal itulah pintu masuk dari Goa Cerme ada di Dusun Srunggo, Bantul, Yogyakarta, sedangkan pintu keluarnya ada di daearah Ploso, Gunungkidul.

Goa Cerme termasuk sebuah goa yang panjang dan dalam. Karena kedalaman dari Goa Cerme ini, untuk dapat mencapai dasar goa ada anak tangga dengan panjang kurang lebih 750 meter dan sekitar 760 anak tangga.

Di dalam goa ini Anda akan dapat melihat pemandangan yang indah seperti stalagtit dan stalagmit dan juga terdapat sungai di bawah tanah, canopy, gourdam, flowstone, gordin dll.

Namun Anda harus berhati-hati jika sedang berada di dalam goa, karena disini terdapat sarang kelelawar yang ada di beberapa tempat. Selain karena itu lantai di dalam goa juga terdapat air yang menggenangi dengan ketinggian sekitar 1 - 1,5 meter.

Goa Cerme yang panjang ini memiliki banyak sekali ruangan dan sering digunakan untuk bertapa.

Nama ruangan-ruangan di dalam Goa Cerme

  • Panggung pertemuan
  • Air zam zam
  • Mustoko
  • Air suci
  • Watu kaji
  • Pelungguhan/paseban
  • Kahyangan
  • Grojogan sewu
  • Air penguripan
  • Gamelan
  • Batu gilang
  • Lumbung padi
  • Gedung sekakap
  • Kraton
  • Panggung
  • Goa lawa
  • Watu gantung


Karena banyak ruangan yang ada di dalam Goa Cerme ini, disini juga terdapat jasa pemandu untuk menyusuri goa sehingga para pengunjung tidak akan tersesat di dalam goa ini.

Selain itu, di sekitar kawasan wisata Goa Cerme juga terdapat goa-goa kecil lain yang cukup menarik untuk dilihat.

Goa Lain di sekitar Goa Cerme

  • Goa Dalang
  • Goa Ledek
  • Goa Badut
  • Goa Kaum


Goa-goa tersebut juga biasa digunakan orang-orang untuk keperluan bertapa atau bersemedi.

detail

Air Terjun Tlogomuncar

 Air Terjun Tlogomuncar

Haaiii semua ???? jangan bingung mau liburan kemana, mending ke Yogyakarta aja.

Larisa Homestay menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat lho. Pluuussss FREE WIFI + BREAKFAST+ BIKE RENT... start from 100K
Tunggu apa lagi langsung reservasi aja, Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Air Terjun Tlogomuncar yang lebih dikenal dengan nama Air Terjun Kaliurang berada di kawasan wisata Kaliurang, Sleman di lereng gunung Merapi.  Air Terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 - 45 meter dan berada pada ketinggian 878 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu antara 20o-25oC.  Sumber mata air terjun ini berada di lereng Bukit Plawangan. Sayangnya saat musim kemarau biasanya air terjunnya mengalami kekeringan, hal ini dikarenakan debit airnya sangat kecil.


Bagi yang ingin bermalam di kawasan Kaliurang tidak perlu khawatir karena ada banyak sekali penginapan-penginapan yang disewakan, dari mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu permalam ada disana.

Di Kaliurang terdapat tempat wisata yang mungkin paling sering dikunjungi oleh wisatawan yaitu Tlogo Putri. Di Tlogo Putri kita akan menjumpai berbagai pengalaman yang menarik, udara sejuk akan sangat terasa saat kita berada disana. Setelah kita masuk ke dalam hutan wisata, kemungkinan akan disambut oleh beberapa ekor monyet yang banyak terdapat di kawasan ini. Kita juga dapat menikmati dinginnya air terjun yang dinamakan dengan air terjun Tlogo Muncar. Sayangnya saat musim kemarau biasanya air terjunnya mengalami kekeringan.

Jika sudah puas menikmati air terjun yang ada di bawah bukit, tidak ada salahnya jika kita mencoba menaiki bukit yang tidak terlalu tinggi tapi cukup membuat kaki pegel-pegel 


About Taman Wisata Kaliurang:
Kawasan wisata dengan panorama alam yang indah dan berhawa sejuk. Didukung fasilitas camping ground, taman rekreasi anak, hutan wisata, hotel melati, pondok wisata, tempat pertemuan dan seminar, sarana olah raga dan wartel. Tiket masuk Rp. 500,-/orang.

Menawarkan taman rekreasi seluas 10.000 m persegi. arena bermain anak dengan cuaca yang sejuk.Patung beberpa jenis hewan, ayunan, kolam renang mini dan lain-lain merupakan fasilitas pelengkap yang dapat dimanfaatkan sebagai arena lomba unutk anak-anak. Tlogo Putri merupakan kolam renang dengan air alami dari sumber air di lereng Bukit Plawangan. Wisatawan dapat berenang bersantai dan melihat desa yang terletak dibawahnya serta rimbunnya taman Perhutani. Tlogo ini terletak di depan terminal bus Kaliurang dan dekat dengan pusat cindera mata dan jajanan khas Kaliurang. Peta wisata Kaliurang yang dilengkapi dengan jalur wisata Kaliurang dan informasi penginapan telah disediakan oleh Dinas Pariwisatar setempat


Atraksi air terjun dengan tempat pemandian dan suasana alam yang indah. Tempat ini diyakini oleh masyarakat, khususnya Tlogo Muncar pernah digunakan mandi puteri Majapahit bernama Dewi Condrokirono.
detail

Air Terjun Jogan

Air Terjun Jogan

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Pada kesempatan kali ini kembali lagi saya akan menulis suatu daerah Wisata di Jogjakarta yang sangat unik dan jarang kita temui di daerah lain. Daerah Wisata Air Terjun Pantai Jogan bisa menjadi alternatif wisata pantai anda di Gunungkidul, selain karena pemandanganya yang indah, yang menjadikan pantai ini layak dikunjungi yaitu keberadaan air terjun yang berbatasan langsung dengan laut, sangat jarang ditemui di tempat lain. Lokasi Pantai Jogan berdekatan dengan Pantai Nglambor dan Pantai Siung (sekitar 200 meter arah Barat Pantai Siung), setelah melewati TPR akan menjumpai pertigaan, arah lurus menuju Pantai Siung dan jika belok ke kanan menuju Pantai dan Air Terjun Jogan. Kawasan pantai Jogan juga biasa dipakai sebagai tempat memancing.

Di Pantai Jogan ini asyiknya kita bisa menikmati guyuran air dari atas tebing pegunungan seribu, Untuk bisa menikmati guyuran air dari atas tebing kita harus turun ke bawah. Ada dua cara untuk turun menikmati air terjun pantai Jogan ini, pertama dengan cara menapaki turunan licin yang basah. Dengan berpegangan  pada kayu-kayu yang tersedia sebagai penopang tubuh. Setelah melewati bebatuan yang licin dan curam, tersisa satu lagi tantangan, kita masih harus melewati karang yang dihuni oleh ribuan bayi kepiting berwarna transparan berukuran sekitar 5 mm. Penduduk sekitar biasa mengambil bayi kepiting ini untuk dimasak, menjadi teman makan nasi hangat di kala musim hujan. Bila beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan ratusan kupu-kupu bergerombol di bebatuan kering. Kedua yaitu dengan tehnik rappeling di air terjun. Tentu diperlukan peralatan dan kemampuan mumpuni untuk melakukannya. 
Pantai Jogan adalah pemberi kesegaran, laksana oase di luasnya hamparan pantai pasir putih Gunungkidul yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Membuat kita merasa kegersangan wilayah Gunungkidul hanyalah mitos belaka. Karena sebenarnya daerah Gunungkidul ini punya banyak sekali sumber air,  yang sayangnya tersembunyi di perut bumi, Hingga daerah ini pun dijuluki sebagai daerah seribu sungai bawah tanah. Pantai yang tepat bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berbeda dari surga pesisir selatan Jogja.


Lokasi wisata Air Terjun Jogan

Pantai dan Air Terjun Jogan sendiri tepatnya terletak di Desa Purwodadi Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasi Pantai Jogan ada di sebelah Barat Pantai Nglambor dan Pantai Siung atau di sebelah Timur Pantai Timang. Koordinat Lokasi atau GPS S8°10'49" E110°40'33"


Adanya Wisata Air Terjun Jogan, Pantai Jogan ini, Gunungkidul, Yogyakarta seperti tak habis-habisnya mempertontonkan keindahan dan keunikan pantainya. Seperti kita ketahui saat ini di Kabupaten Gunungkidul terdapat pantai yang terkenal menjadi daya tarik wisatawan lokal dan asing, seperti Pantai Sundak, Pantai Krakal, Pantai Baron, Pantai Indrayanti, Pantai Ngobaran, dan lainnya.  Namun wisata Pantai Jogan Gunungkidul ini memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki wisata pantai Gunungkidul lainnya. Di kawasan ini terdapat air terjun Jogan. Air Terjun Jogan berasal dari sumber air tawar (sungai) di antara perbukitan karst yang mengalir jatuh ke laut. Pantai Jogan nyaris tidak memiliki  pasir pantai sebagai pembatas wilayah daratan dan laut, karena laut berbatasan langsung dengan tebing. Jika air laut sedang surut, pengunjung bisa menikmati keindahan air terjun dari bawah di antara bebatuan dan terdapat sedikit pasir. Namun jika air laut pasang, lokasi jatuhnya air terjun terendam air laut. Di sisi kanan dan kiri terdapat tumbuhan pandan, tepat di atas tebing karang memanjang dan jaraknya tidak terlalu tinggi dari permukaan air laut. Dari atas tebing inilah pengunjung bisa menikmati keindahan air terjun Jogan. Berikut lokasi air terjun Pantai Jogan yang digunakan untuk foto prewedding, Sangat menarik bukan!
Sayangnya fasilitas di Wisata Air Terjun Jogan, Pantai Jogan Yogyakarta ini belum selengkap seperti tempat wisata lainnya. Disana tidak ada tempat parkir dan akses jalan yang mudah untuk dilalui mobil. Kondisi jalan yang sempit membuat mobil harus menepi jika berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan. Pantai Jogan juga tak memiliki garis pantai sepanjang pantai lainnya. Anda juga tak bisa bermain pasir karena pada bagian bawah pantai ini langsung berbatasan dengan laut. Satu-satunya hiburan di pantai ini berupa air terjun yang langsung mengarah ke laut. Sebagai tips dari saya alangkah baiknya mengunjungi Wisata Air Terjun Jogan, Pantai Jogan Yogyakarta ini jika tidak dalam musim kemarau, karena air terjun bisa saja tak mengalir.
detail

Ngabuburit Di Jalur Gaza nitikan

Ngabuburit Di Jalur Gaza nitikan

Pagi.. Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Yukk yang baru puasa pasti pada mikirin mau buka aapaa dan ngabuburit dimana ya?

Jangan panik mari kita piknik,,, hehehehe

Kami ada solusinya sista terutama nihh di Jalur Gaza

Lokasi ngabuburit yang pertama adalah Jalurgaza. Tenang, ini bukanlah Jalur Gaza di Timur Tengah yang jadi ajang perang Israel dan Palestina. Jalurgaza adalah akronim dari jajanan lauk sayur gubuk ashar zerba ada. Di sini rudal dan peluru nyasar akan berganti makanan lezat, sementara para pejuang berani mati digantikan penjaja yang mencari rejeki.

Berada di sekitar Masjid Mutohirin di sepanjang Jalan Sorogenan, kawasan ini dipenuhi jajaran gubug yang menjual beraneka macam makanan untuk berbuka mulai dari kudapan hingga makanan berat. Bagi yang rindu kue corobikang orisinal, Anda bisa menemukannya di sini. Dijual dalam keadaan panas karena baru diangkat dari cetakannya, harum vanili berhasil menarik hati. Tak ketinggalan, minuman segar aneka rasa menggoda iman dengan bulir-bulir embun dinginnya.

Bukan hanya penjaja makanan yang meramaikan tempat ini, sepaket acara juga digelar oleh panitia demi menyambut bulan paling ditunggu umat Muslim seperti live music, buka bersama, penyantunan anak yatim, dan pengajian akbar.

Jika Palestina memiliki Jalur Gaza yang identik dengan pertempuran, Yogyakarta juga memiliki Jalur Gaza. Jalur Gaza di Yogyakarta yang terletak di Jl. Sorogener, Nitikan, Sorosutan, Kec. Umburharjo ini justru dikenal dengan wilayah yang menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

"Jalur Gaza itu singkatan dari, jajanan lauk, sayur, gubug ashar zerba ada," kata Ketua Panitia Jalur Gaza dari Takmir Mesjid Muthohhirin,M. Ahid Subiyanto,  kepada VIVAnews.com di lokasi Jalur Gaza, Selasa 2 Agustus 2011, Yogyakarta.

Di Jalur Gaza itu, berbagai aneka makanan dan minuman menu buka puasa digelar. Ada Es buah, Kelapa muda, tahu borneo, pisang hijau, coro (makanan khas Jogja yang terbuat dari ketan), kolak, buah kurma, kue pukis, pepes ikan dan lauk, serta sayur. Makanan kecil dan minuman harganya mulai dari Rp. 500 gorengan, hingga Rp5.000 aneka lauk.

"Ada 130 pedagang yang berjualan di Jalur Gaza ini, mereka tidak ditarik biaya alias gratis, hanya infak pada mesjid," ujarnya.

Selain terdapat aneka jajanan, masyarakat juga bisa mendapatkan siraman rohani sambil menunggu buka puasa. Di pinggir jalan kawasan itu masyarakat bisa mengikuti pengajian sambil menunggu buka puasa di Masjid Muthohhirin yang terletak Jl. Sorogener, Nitikan, Sorosutan, Kec. Umburharjo, Yogyakarta.

detail

Ngabuburit Di Lembah UGM

Ngabuburit Di Lembah UGM

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Lokasi Ngabuburit Kedua Adalah Lembah UGM

Berbeda dengan pertama lokasi ngabuburit sebelumnya yang bernuansa kampung, di lembah UGM suasananya justru terasa lebih urban. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat lokasi ini berada di wilayah kampus terbesar di Jogja yang notabene berisi kaum muda. Suasana urban bisa kita rasakan dari komoditas yang umumnya adalah varian makanan dari negeri seberang seperti misalnya sosis bakar Jerman, roti cane khas India, kimbab ala Korea, dll. Meski begitu bukan berarti makanan lokal kehilangan pamor. Stan mendoan khas Banyumas terlihat ramai, bersanding mesra dengan penjual sup buah dan es tebu. Para penjaja makanan yang rata-rata masih mahasiswa juga menjadi salah satu hal menarik yang kita temui di tempat ini. Lembah UGM bagaikan surga jajanan bagi para penggila kuliner, menjadikannya salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Ngabuburit membuat waktu menunggu berbuka puasa menjadi terasa lebih menyenangkan. Selain mendapatkan berbagai jajanan lezat, juga bisa mempererat silaturahmi dengan kawan. Berbagi rejeki dan kebahagiaan dengan para penjaja makanan juga merupakan kenikmatan tersendiri. Nah, sore ini Anda akan ngabuburit di mana?


Nah, kawasan inilah yang paling gaul di Yogyakarta. karena terletak pada sekitaran kampus UGM dan sangat dekat dengan masjid kampus UGM pelanggan rental mobil Jogja tidak perlu bingung mencari masjid. Selama masa Ramadhan area lembah UGM berubah menjadi pasar tiban. Kebanyakan penjual disini adalah anak-anak muda, produk kulinernya kreatif. Area ngabuburit lembah UGM ini sangat cocok untuk menunggu waktu buka bersama keluarga, teman, juga sahabat.

detail

Masjid Kampus UGM

Masjid Kampus UGM

Pagi... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda 

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Ramadan merupakan satu momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Momen ramadhan ini biasanya dimanfaatkan oleh umat muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada tuhan sang pencipta.

Masjid Kampus UGM yang terletak di kompleks Masjid Universitas Gajah Mada ini merupakan Masjid kampus terbesar se-Asia Tenggara. Masjid yang menjadi kebanggan khususnya oleh seluruh civitas akademika UGM ini memiliki berbagai keistimewaan. Selain terletak pada wilayah yang luas, bangunan Masjid ini memiliki keindahan arsitektur yang menonjol dan megah.

Arsitektur bangunan Masjid UGM diadaptasi oleh berbagai gaya arsitektur dari berbagai kebudayaan di Dunia. Masjid ini mengadaptasi gaya Arsitektur Masjid Nabawi serta kebudayaan dari berbagai kultur dunia yaitu Tionghoa, India dan kebudayaan Jawa. Masjid UGM memiliki wilayah sekitar yang cukup luas. Wilayah tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, seperti tempat parkir yang luas, Taman yang telah didesain khusus dengan indah, serta air mancur dan bangunan pendukung masjid seperti gapura yang besar dan menara disekitar Masjid.

Sebagaimana dengan Masjid-masjid lainnya, fungsi utama dari Masjid UGM ini adalah untuk beribadah. Namun kelebihan Masjid ini adalah banyak faktor pendukung yang meliputi kegiatan-kegiatan keagamaannya. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, Masjid ini juga sering digunakan untuk tempat pertemuan. hal tersebut didukung dengan adanya tempat pertemuan di dalam Masjid. Kegiatan perekonomian juga berkembang baik di Masjid Kampus UGM. Terbukti dengan adanya penjual buku disekitaran Masjid.

Apabila anda ingin mencoba untuk datang ke Masjid Kampus UGM ini, akses yang telah disediakan cukup mudah. Anda bisa menggunakan berbagai jenis kendaraan karena wilayah masjid memiliki lahan parkir yang cukup luas ditambah lagi apabila ingin masuk ke dalam masjid ini tidak dipungut biaya apapun.

detail

Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 110rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Menginjakkan kaki di Jogjakarta, rasanya tidaklah lengkap tanpa mengunjungi salah satu peninggalan sejarah kebesaran Kesultanan Islam terbesar di tanah jawa ini. Masjid Gede Kauman merupakan salah satu spot yang perlu untuk disinggahi terutama bagi mereka yang sedang berada di sekitaran Keraton Jogjakarta. Pun demikian kami. Masjid Gede Kauman menjadi salah satu tujuan utama kami saat berada di kota gudeg.

Masjid yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1773, selain menyajikan kilas balik sejarah masa lalu juga menghadirkan keindahan dan kekhasan arsitektur jawa islam pada setiap sudut bangunannya.

Tak jauh dari Keraton Jogjakarta, dengan hanya berjalan kaki, sampailah kami di Masjid Gede Kauman. Masjid yang cukup bersejarah dan menjadi pusat syiar agama Islam pada jaman Kasultanan Mataram dulu kala.

Masjid ini dikelilingi pagar berwarna putih yang cukup tebal bak benteng pertahanan. Di sekeliling masjid, terdapat pemukiman yang dahulunya merupakan tempat tinggal para ulama atau kaum santri.

Untuk masuk ke dalam halaman masjid, kami melalui sisi timur. Di sana terlihat berdiri pintu gerbang yang beratapkan joglo khas jawa. Enam pilar besar nampak tegak di sana menyangga atap joglo tersebut. Sementara itu di kiri kanan dan depannya terdapat para pedagang yang menjajakan aneka makanan, minuman, dll.

Untuk masuk ke dalam, kami tidak bisa melalui gerbang tersebut dikarenakan pintu gerbang tersebut saat itu tertutup. Serombongan ibu-ibu berseragam nampak berjalan teratur melalui pintu di sisi kanan gerbang utama. Kamipun mengikutinya untuk menuju ke halaman masjid. Beberapa pengemis nampak duduk menyambut para jamaah. Selembar atau sekoin uang sedekah dari para jamaah, disambut dengan senyum syukur atas rizqi yang Alloh titipkan dari kemurahan hati para jamaah.

Memasuki halaman masjid, tampilan khas masjid-masjid bernuansa arsitektur jawa langsung menyambut. Kubah masjid ini yang berbentuk limas dan bertingkat. Warna merah begitu mendominasi tampilan kubah dan atap masjid.

Halaman masjid ini lumayan cukup luas. Beberapa bangunan berusia tua nampak berdiri di seberang masjid. Salah satunya sekretariat Muhammadiyah wilayah setempat.

Sebelum masuk ke area masjid, kami sempat melihat sebuah prasasti. Kamipun mendekatinya. Dan ternyata isinya adalah informasi tentang pendirian masjid ini.

Sesuai prasasti yang ada, Masjid Gedhe Kauman ini pada 29 Mei 1773. Masjid ini didirikan oleh Sultan Hamengkubuwono I atau Pangeran Mangkkubumi atau Raden Mas Sujana.

Adzan dzuhur sudah mulai berkumandang. Kamipun bergegas untuk masuk ke area masjid. Untuk masuk ke area tersebut setidaknya terdapat satu pintu utama dan dua pintu kecil. Hari itu pintu utama dalam kondisi ditutup. Sepertinya pintu utama tersebut dibuka pada hari Jumat. Dari pintu utama untuk menuju serambi masjid terdapat bangunan semacam bangsal yang menghubungkannya.

Di sekitar bangunan tersebut biasanya jamaah menitipkan sandal atau sepatu kepada petugas penitipan.

detail

Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Awalnya, proses lobi-lobi untuk melakukan pembelian tanah hanya dilakukan beberapa pengurus teras Takmir masjid Jogokariyan saja, tetapi agar perencanaan menuju pembangunan Islamic Center bisa dilakukan dengan baik, maka Takmir Masjid Jogokariyan membentuk kepanitian yang diketuai oleh H.M. Khamid.

Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu bulan takmir mempublikasikan rencana pembelian tanah, masyarakat meresponnya dengan antusias sehingga pada tanggal 12 Juni 2008, dana masyarakat yang terkumpul sudah mampu melunasi tanah seluas 223 m persegi milik Bp. H. Heri Wijayanto. Alhamdulillah sepertiga dari luas tanah tersebut diniatkan untuk wakaf sehingga masjid hanya membayar 2/3 bagian saja–semoga Allah melimpahkan pahala yang tidak terputus kepada keluarga ibu. Hj. Sukaminah atas tanah yang sudah diwakafkan—untuk nadzir (pengelola tanah wakaf) dari 1/3 bagian tanah tersebut adalah muhammadiyah sedangkan yang 2/3 bagian termasuk tanah yang baru saja dibeli dari Bp. H. Heri Wijayanto diwakafkan ke Takmir Masjid Jogokariyan.

 

Empat hari setelah pelunasan, panitia dengan dimotori Bp. Ismail, sie pembongkaran, segera bergerak cepat memulai pembongkaran. Untuk pembongkaran ini panitia sengaja menyisakan bangunan berbeton dengan pertimbangan akan digunakan (sementara proses pembangunan belum mulai) untuk kegiatan kampung ramadhan. Proses pembongkaran ini memakan waktu kurang lebih 3 pekan.

Perlu masyarakat ketahui, bahwa halaman masjid yang biasa digunakan untuk parkir kesehariannya, tidak semuanya milik masjid, ada sebagian tanah milik ibu. Hj. Sukaminah Sutarno. Tanah tersebut difungsikan sebagai jalan masuk menuju rumah beliau.. Walaupun demikian, tidak hanya keluarga beliau yang menggunakan jalan tersebut tetapi seluruh jamaah masjid hampir setiap saat menggunakan jalan tersebut. Semoga Allah memberikan limpahan pahala atas pinjaman jalannya. Jalan selebar 3,5 m tersebut posisinya persis disebelah barat tanah yang dibeli masjid dari Bp. Heri.

Selanjutnya, untuk kepastian desain bangunan, panitia berkonsultasi dengan keluarga ibu Hj. Sukaminah sutarno melalui putranya, Bp. Anjang perihal posisi jalan tersebut.Dan beberapa waktu kemudian kelurga ibu Hj. Sukaminah memberikan jawaban kepada panitia, yaitu menyerahkan pilihan kepada takmir, apakah jalannya tetap seperti semula atau ditukar guling menjadi pindah sebelah timur sehingga tanah masiid bisa menjadi satu. Untuk memutuskan pilihan tersebut, Takmir masjid menggelar rapat pada hari Jumat 4 Juli 2008 sehabis sholat Jum’at. Dan berdasarkan kesepakatan diforum rapat tersebut, takmir memutuskan untuk memilih tukar guling.

Sesuai dengan aturan yang berlaku untuk tanah yang diwakafkan kepada lembaga yang bukan berbadan hukum, diperlukan 5 orang nadzir. Untuk itu takmir harus memutuskan siapa saja yang akan diamanati sebagai nadzir, sehingga pada forum rapat takmir 4 Juli 2008, selain memutuskan pilihan tukar guling jalan, takmir juga menunjuk 5 orang nadzir atau pengelola tanah wakaf , yaitu:  HM. Jazir Asp (Takmir), Nur Hardiyanto, (representasi jamaah), HM. Khamid (pelaksana pembangunan), Amirudin Hamzah, (representasi jamaah), drh. Sujiman DS SU (tokoh masyarakat).

detail

Masjid Pakualaman

Masjid Pakualaman

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda 

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Sebagai wilayah kadipaten, Pura Pakualaman Yogyakarta juga memiliki masjid tempat ibadah sebagaimana Kraton Yogyakarta. Masjid ini bernama Masjid Besar Pakualaman berlokasi di Kauman, Kecamatan Pakualaman, tepatnya di sebelah barat daya Pura Pakualaman Yogyakarta.Masjid Besar Pakualaman dibangun oleh Pakualam II yang berkuasa antara tahun 1829 hingga 1858. ada yang unik dari masjid ini. Selain memiliki mikhrab dan mimbar, Masjid Besar Pakualaman juga memiliki maksura, sebuah tempat khusus di ruang utama masjid. Menurut Sekretaris Takmir Masjid, Muhammad Barid Martono, tempat khusus ini diperuntukkan bagi Sri Paduka Pakualam dan kerabatnya jika hendak mengikuti sholat berjamaah di masjid. Walau terkesan special namun tempat khusus tidak dimaksudkan untuk membedakan kasta tetapi lebih ditujukan untuk keamanan bagi Sri Paduka Pakualam dan kerabatnya. Hingga kini, maksura tersebut masih ada, tetapi  siapa pun bisa sholat di tempat khusus tersebut.Sebagai masjid milik kerajaan, dahulu di depan dan samping masjid terdapat kolam untuk sarana pembersihan diri sebelum memasuki masjid. Namun saat ini kolam tersebut telah diratakan untuk bangunan tambahan sehingga masjid menjadi lebih luas.Sementara itu, sebelah utara bangunan masjid terdapat rumah dinas penghulu masjid atau ketua takmir yang hingga saat ini masih dihuni.

detail

Kampung Ramadhan Jogokaryan

Kampung Ramadhan Jogokaryan

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Bulan Ramadhan, bagi sebagian besar orang memaknainya sebagai bulan berpuasa umat muslim. Tapi kalau melihat dari kacamata pasar, bulan Ramadhan adalah bulan dengan prospek ekonomi yang cukup menggiurkan. Perhatikan saja di jalan-jalan atau utamanya di pusat-pusat perbelanjaan, ada banyak spanduk dan poster yang menawarkan potongan harga khusus di bulan Ramadhan. Ah, apalah artinya bulan yang penuh berkah ini apabila terbungkus dengan gaya hidup konsumtif semata?

Tapi bersyukurlah bahwa beberapa orang memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam kemasan yang menarik. Salah satu macamnya adalah Kampung Ramadhan. Bisa ditebak dari namanya, Kampung Ramadhan adalah kampung musiman yang hanya muncul di bulan Ramadhan. Di kampung ini tersedia berbagai pernak-pernik dan acara-acara yang berkenaan dengan bulan Ramadhan. Mau mencari perangkat shalat, buku-buku islami, santapan untuk berbuka, semuanya ada disini. Mau mencari penyegaran imani? Setiap sore menjelang berbuka ada diskusi atau ceramah keagamaan yang menampilkan berbagai narasumber.

Di kota Jogja, Kampung Jogokaryan dan Kampung Nitikan adalah dua kampung yang cukup tersohor sebagai Kampung Ramadhan. Lokasinya cukup dekat dari pusat kota, Kampung Jogokaryan dekat dengan Jl. Parangtritis sedangkan Kampung Nitikan dekat dengan Kotagede. Buatku yang hobi menghabiskan sore hari dengan bersepeda santai, mengunjungi kampung-kampung itu jelas adalah acara ngabuburit yang menarik. Biasanya aku kesana mencari makanan untuk berbuka yang murah-meriah. Kolak pisang ubi misalnya, bisa diperoleh dengan harga Rp 2.000. Tidak terbatas kolak pisang aja, ada juga Bubur Pisang Ijo, Kelapa Muda, Es Campur, dan berbagai minuman dan makanan lain yang benar-benar menguji iman kita di bulan puasa ^^.

Dari pengamatanku saat berkunjung ke Kampung Ramadhan aku bisa menarik beberapa poin positif berikut;

  1. Kampung Ramadhan dimanfaatkan oleh sebagian besar warga kampung untuk mencari pendapatan tambahan. Dengan kata lain adanya Kampung Ramadhan ikut mendongkrak perekonomian warga. Tidak jarang pula beberapa pemuda-pemudi ada yang mencoba belajar berdagang pada kesempatan ini.

  2. Kampung Ramadhan adalah sebagai ajang silaturahmi warga kota Jogja yang heterogen. Semuanya tumpah ruah disini, ada yang sebagai pembeli dan ada juga yang sebagai penjual tanpa memandang asal suku maupun agama.

  3. Kampung Ramadhan dapat dijadikan sebagai potensi pariwisata, khususnya wisata religi. Ini bisa menambah poin plus kota Jogja yang dikenal karena wisata budayanya. Namun perlu diperhatikan tata-kelola Kampung Ramadhan jangan sampai membuat pengunjung kapok untuk datang kemari. Seperti ketersediaan tempat parkir dan macetnya jalan menuju kesana >,<.
detail

Pasar Sore Kauman

Pasar Sore Kauman

Haaiii semua ??? jangan bingung mau liburan kemana, mending ke Yogyakarta aja.

Larisa Homestay menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat lho. Pluuussss FREE WIFI + BREAKFAST+ BIKE RENT... start from 100K
Tunggu apa lagi langsung reservasi aja, Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Setiap bulan Ramadhan tiba, tidak sedikit pasar dadakan yang digelar. Salah satu diantaranya pasar yang tertua yaitu, Pasar Sore Ramadhan Kauman di Yogyakarta. Pasar yang digelar setiap bulan Ramadhan itu, berada sejak tahun 1973 di sebuah gang sempit di Kauman, Gondomanan. Antrian panjang dan berdesakan bukanlah hal yang menjadi masalah bagi para pengunjung untuk sekedar melhat-lihat maupun untuk membeli makanan buat hidangan buka puasa.

Berbagai macam aneka rupa makanan kecil hingga makanan utama dijajakan para pedagang yang berbaris memanjang dari pintu gerbang sampai pertengahan jalan kampung. Bagi pecinta wisata kuliner Pasar Sore Kampung Kauman bisa menjadi khazanah di dunia kuliner. Makanan khas jajan pasar mendominasi hampir semua stand para pedagang. Sebut saja kue lumpur dengan warna kuning kontras dengan warna coklat kehitaman di bagian bawah serta penempatan di nampam warna merah membuat makanan ini mencuri fokus setiap pengunjung. “Kue lumpur ini menjadi salah satu favorit pengunjung, kita sering kewalahan dengan permintaan kue tersebut”, kata Bu Mardiah.


Salah satu keunikan dari pasar sore di Kampung Kauman ini adalah pemandangan pengunjung  yang saling berdesakan satu dengan yang lain. Tidak ada  keributan antar pengunjung, toleransi pengunjung yang masuk dan keluar menjadi semacam kesepatakatan tidak tertulis. Keunikan yang lain tak ada kompetisi di antara para pedagang makanan itu. Semua menggelar dagangan dan semua percaya kepada rizki serta peruntungan masing-masing. Mereka bahkan saling bertukar uang kembalian, serta saling menawarkan dagangan tetangganya ketika mendengar ada permintaan pembeli yang tidak dapat dipenuhinya*. 

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pengunjung, saudara-saudara kita yang kurang beruntung hanya diwajibkan untuk menyiapkan kalengnya di bibir pintu masuk. Selain itu pihak RT dan RW setempat bertanggungjawab sebagai pengelola pasar tersebut sehingga keteraturan bisa kita lihat di pasar sore ini.

detail

Dusun Mlangi Wisata Religius Islami

Dusun Mlangi Wisata Religius Islami

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Dusun Mlangi, terletak di sebelah Barat laut Kota yogyakarta,  tepatnya di desa mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Dari perempatan Ringroad Demakijo ke arah utara hingga disebelah kanan atau timur dijumpai rumah Sakit Queen Lativa  belok kiri kurang lebih 500 meter akan sampai di desa Mlangi

Dusun Mlangi dahulunya merupakan hadiah atau pemberian Sultan Hamengku Buwono I terhadap kerabatnya  yakni Kyai Nur Iman yang bernama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo, yang merupakan putra dari RP. Suryo Putro, putra sulung Kanjeng Susuhunan Pakubuwono I, Kemudian pemberian tersebut oleh Kyai Nur Iman dijadikan tempat pengembangan agama islam. Kemudian mendirikan tempat mengajar bagi para santri, atau dalam bahasa jawa dikatakan mulangi dan akhirnya tersebut Mlangi.

Masjid Jami’ Mlangi merupakan bangunan paling tua yakni dibangun pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760. Walalupun sudah mengalami beberapa renovasi namun arsitektur aslinya masih dapat dinikmati. Bahkan mimbar warna putih yang dahulunya digunakan Kyai Nur Imanselama mengajar agama Islam masih tersimpan dengan baik. Setelah wafat Kyai Nur Iman dimakamkan disebelah selatan Masjid Jami’. Makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah teristimewa pada tanggal15 suro dimana tanggal tersebut tepat sebagai tanggal wafatnya Kyai Nur Iman dan pada bulan Ruwah.

Saat ini dusun Mlangi terdapat sedikitnya 10 pesantren, mengelilingi masjid Jami’, seblah utara Al Falakiyah, Timur Al-Huda, selatan Al-Salafiyah, Al Salafiyah merupakan pesantren yang tertua dibangun sejak 5 juli 1921 oleh KH. Masduki dan santrinya saat ini sudah mencapai 300 orang santri. Dan setiap bulan ramadhan desa ini sangat ramai dengan kegiatan ritual ibadah yang dijalankan pendududk setempat, bahkan peserta kegiatan tidak hanya berasal dari dusun mlangi saja namun beberpa warga sekitar juga ikut ambil bagian tersebut.

Disamping nilai-nilai keagamaan yang tertanam sangat dalam bukan berarti kegiatan secara duniawi tidak ada. Tetapi dusun ini juga terkenal sebagai penghasil tekstil terkemuka. Dari tahun ke tahun produknya berkembang dengan motif dan jenis yang berbeda. Tahun 1920 hingga tahun 1965 menjadi penghasil Tenun dan Batik cetak. Namun kemudian memudar karena kalah bersaing dengan batik sablon. Untuk saat ini yang paling banyak ditemui berupa peci, jilbab, net bulutangkis, celana batik dan papan karambol.

Untuk mengunjungi dusun Mlangi tersebut tanpa dipungut biaya sedikitpun bahkan bagi anda yang beragama islam dapat sembahyang di Masjid Jami’ Mlangi ini.

detail

Berziarah ke Makam Raja-raja Mataram Imogiri Yogyakarta

Berziarah ke Makam Raja-raja Mataram Imogiri Yogyakarta

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Ziarah ke Makam Para Raja Mataram di Imogiri, Tempat Wisata Terindah - Secara resmi, makam Imogiri memiliki nama resmi seperti yang terdapat di gapura, yaitu Pasareyan Dalem Para nata Pajimatan Girirejo Imogiri. Intinya bahwa di tempat ini terdapat makam para Raja Kasultanan Mataram Islam. Kerajaan Mataram Islam adalah cikal bakal Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta yang sampai saat ini masih berdiri. Kerajaan Mataram didirikan oleh Panembahan Senopati. Makam Imogiri ini sampai saat ini dibuka untuk umum, sehingga bagi siapa saja boleh mengunjungi kompleks makam dan berziarah ke Para Raja Kerajaan Mataram ini.

Lokasi Pemakaman Imogiri

Makam Raja-raja Imogiri terletak di Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejarah Makam Imogiri

Pembangunan Makam Imogiri diprakarsai oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan Raja ke-3 Kerajaan Mataram pada tahun 1632 - 1640. Makam ini memang disiapkan untuk makam Raja-raja Kerajaan Mataram yang telah wafat beserta keturunannya. Ada cerita menarik seputar pemilihan lokasi Makam Raja Mataram ini. Pada waktu itu Sultan Agung belum memiliki gambaran lokasi Makam yang akan di bangun. Beliau kemudian melemparkan segenggam pasir yang diperolah dari Tanah Arab. Pasir ini kemudian jatuh ke daerah Imogiri dan tempat jatuhnya pasir itu kemudian digunakan sebagai lokasi pemakam kerajaan. Raja Mataram yang pertama yang dimakamkan di Pemakaman Imogiri yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo sendiri.
Dalam sejarah selanjutnya Kerajaan Mataram pecah menjadi 2 kerajaan yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasunana Surakarta. Hal itu juga berpengaruh terhadap tata kelola pemakaman Imogiri yaitu tata letak pemakaman kemudian dibagi menjadi 2, sebelah timur untuk pemakaman raja-raja dari Kasultanan Yogyakarta dan sebelah barat untuk pemakaman raja-raja dari Kasunanan Surakarta.

Raja yang Dimakamkan di Imogiri

Selain Sultan Agung ada 23 Raja yang dimakamkan di pemakaman Imogiri ini. Mereka dibagi dalam 8 kelompok, yaitu

    Kasultanan Agungan (Makam Sultan Agung, pemaisuri, Hamangkurat Mas dan Hamangkurat Amral.
    Paku Buwanan ( Makam Paku Buwono I dan Paku Buwona II dan Hamangkurat Jawi )
    Kasuwargan Yogyakarta ( Makam HB I dan HB III )
    Besiyaran Yogyakarta ( Makam HB IV, HB V dan HB VI )
    Saptorenggo Yagyakarta ( Makam HB VII, HB VIII dan HB IX )
    Ksuwargan Surakarta ( Makam PB III, PB IV dan PB V )
    Kapingsangan Surakarta ( Makam PB VI, PB VII dan PB IX )
    Girimulya Surakarta ( Makam PB X, PB XI dan PB XII )
Demikian tadi sekilas tentang Ziarah ke Makam Para Raja Mataram di Imogiri Bantul Yogyakarta. Anda dapat menemukan berbagai informasi wisata menarik di Link tentang Tempat Wisata Kabupaten bantul dan Obyek Wisata Yogyakarta Lengkap.

detail

Taman Kyai Langgeng

Taman Kyai Langgeng

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

  Taman Kyai Langgengterletak di jalan Cempaka no. 6 Kota Magelang, yang temasuk dalam Obyek Wisata Jawa Tengah. Berwisata ke taman ini merupakan suatu keasyikan tersendiri. Selain taman yang ditata secara rapi, ternyata banyak sekali tawaran kenikmatan dengan keunikan-keunikan yang dimiliki oleh Taman Kyai Langgeng serta fasilitas lain yang tersedia di dalamnya. Suatu pesona panorama alam menakjubkan yang dapat mengisi kekosongan jiwa para pengunjungnya secara sempurna.

Kyai Langgeng adalah sebuah nama yang diambil dari nama salah seorang pejuang di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro, satu di antara pahlawan-pahlawan Indonesia yang berjuang dengan gagah berani merebut kemerdekaan melawan penjajah Belanda selama perang Diponegoro (1825 - 1830). Dasar dijadikannya sebuah Taman dengan menggunakan nama Kyai Langgeng karena almarhum dimakamkan di kawasan ini. Makam tersebut masih ada dan terawat hingga saat ini. Taman Kyai Langgeng dengan luas 27,5 hektare memiliki ratusan koleksi tanaman langka yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek penelitian antara lain ada Cempaka Ganda (Mycelia campaca), Dewa Daru (Eugenia Sp), Apel Beludru (Diospiros Rabbola), Nagasari (Mesua Ferrea), Matoa (Pometia Pinata Ireigfost), Ruser (Arthocarpus Sp), Lobi-Lobi (Flacouritia Inermis Roxb) dan masih banyak lagi.

Taman satwa pun tersaji, ada buaya, owa, itik, burung, berbagai jenis ikan dan sebagainya. Fasilitas-fasiltias penunjang yang dimiliki Taman Kyai Langgeng adalah sebuah kolam renang yang dipisah menjadi dua dengan pembatas terapung. Masing-masing untuk anak-anak dengan kedalaman 1 meter dan untuk orang dewasa sedalam 2 meter. Kolam renang ini dilengkapi dengan menara peluncur bergelombang dan tentunya tempat bilas serta ganti.

Di samping itu, pesona lain yang tesedia adalah koleksi patung-patung dinosaurus, gelanggang remaja, taman lalu lintas, rumah joglo, rumah apung, panggung terbuka, arena bermain, sungai untuk arung jeram, bianglala, becak mini, kereta air, jet coaster, kereta mini, komidi putar, anjungan dirgantara, flying fox dll.

-SEJARAH

Area Taman Kyai Langgeng pada awalnya merupakan lahan kritis berupa pekuburan, persawahan dan kebun yang kurang produktif. Melalui gagasan Drs. H. A. Bagus Panuntun, 1981 lokasi ini disebut “Taman Bunga (TB) Kota Magelang” dengan luas lahan ± 5Ha yang menyimpan daya tarik pemandangan alam yang memepesona. Nama Kyai Langgeng diambil dari nama tokoh pejuang kemerdekaan pada masa Perang Pangeran Diponegoro, yang makamnya berada di area taman ini. Beliau adalah seorang ulama dan merupakan penasehat Pangeran Diponegoro sewaktu berjuang melawan penjajah Belanda di wilayah tanah Jawa khususnya wilayah Magelang. Pada tanggal 15 September 1987 Taman Kyai Langgeng diresmikan oleh Gubernur KDH Tk.I Jawa Tengah yang pada saat itu dijabat oleh Bapak H. Muhammad Ismail. Seiring dengan perkembangan Taman Kyai Langgeng selalu berbenah diri untuk menjadi tempat wisata potensial dan handal.

-GEOGRAFI

Letak Geografis Taman Kyai Langgeng sangat strategis, yaitu:
· 20 km / 15 menit dari wisata Candi Borobudur
· 45 km / 60 menit dari kota Yogyakarta
· 30 km / 50 menit dari Taman Wisata Kopeng
· 76 km / 90 menit dari kota Semarang
· 150 km / 120 menit dari wisata Dieng

Taman Kyai Langgeng sebagai tempat wisata memiliki panduan kenyamanan dengan struktur geografis pegunungan dan keadaan fisik yang menguntungkan, antara lain:
· Kelembaban udara rata-rata 92,16 %
· Ketinggian rata-rata 340 s.d 380 m dari permukaan air laut
· Suhu rata-rata 24,75° C (21° C - 29° C)
· Jenis tanah Litosol
· Kontur bervariasi antara 2-27%
· Curah hujan rata-rata 2,506 mm per tahun
· Bagian barat dengan kemiringan tanah 30° kearah sungai Progo
· Bagian timur dengan kemiringan tanah 25° kearah sungai Elo

detail

Curug Silawe Magelang

Curug Silawe Magelang

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Curug Silawe terletak di sebelah selatan lereng Gunung Sumbing di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian 500 m dpl.   Curug yang berketinggian sekitar 60 m tersebut terdiri dari dua.  Yang pertama adalah yang berdebit air besar dan yang kedua berdebit kecil.  Untuk yang pertama sering disebut dengan Curug Silawe seakan-akan seperti Lawe (sarang laba-laba dalam bahasa Jawa).  Bagian bawah dari curug ini terdapat semacam kolam yang terbentuk akibat hempasan air dari atas tebing.  Di kalom ini pengunjung dapat bermain air karena memang tidak terlalu dalam airnya.

Sedangkan yang kedua disebut Curug Sigong.  Curug Sigong sendiri terletak di sebelah kanan ke arah hilir dari Curug Silawe dan memiliki ketinggian sekitar 150 m.  Dinamakan sigong karena dahulu kala pada malam-malam tertentu sering terdengar suara bunyi gong dari arah air terjun ini.  Untuk dapat bermain air disekitar limpahan dari air terjun Si Gong ini, pengunjung harus menyeberang aliran Silawe dan menaiki anak tangga kembali kearah kanan dari Silawe.

Kedua curug ini dikala musim kemarau tidak banyak airnya.
  Setiap sebelum bulan puasa dimulai, warga sekitar air terjun ini acapkali mengadakan ritual yang sering disebut “Ngloro Sengkolo”, dimana dalam ritual tersebut diharuskan membawa gunungan hasil panen milik warga setempat dengan cara diarak dari Lapangan Sutopati sampai Curug Silawe .  Dalam ritual ini selain untuk membersihkan diri baik batin maupun fisik juga menandakan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas limpahan rezeki yang mereka terima dari hasil pertanian selama satu tahun.

detail

Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 110rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Terletak pada ketinggian 150 – 200 mdpl, Kebun Buah Mangunan tidak hanya menyajikan deretan pohon buah-buahan yang tertata apik. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan keelokan Sungai Oyo yang mengalir meliuk membelah perbukitan.

Berwisata ke kebun buah bersama keluarga tentunya akan menjadi hal yang snagat menyenangkan. Apalagi jika bertepatan dengan musim panen buah sehingga anggota keluarga bisa bersama-sama memanen buah-buahan yang ada. Di Yogyakarta, tepatnya di daerah Mangunan, Bantul juga terdapat tempat rekreasi menarik bernama Kebun Buah Mangunan.

Deretan pohon buah-buahan menghiasi bukit seluas 23 hektar ini. Penataannya pun cukup menarik, yaitu disesuaikan dengan kontur kemiringan bukit. Pohon buah yang ada di tempat ini antara lain durian, mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, matoa, jambu biji, cempedak, kelengkeng, manggis, dan masih banyak lagi.

Namun bagi sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Kebun Buah Mangunan, sejatinya bukan pohon buah yang menjadi tujuan utama kunjungan mereka, melainkan sebuah spot menarik di puncak bukit Mangunan. Di puncak bukit yang dikelilingi pagar kayu ini wisatawan bisa menyaksikan keelokan Sungai Oyo yang mengular membelah bukit. Sepintas lihat pemandangan tersebut seperti Sungai Amazon di Brazil.

Jika datang di pagi hari, Ngarai Sungai Oyo biasanya tertutup kabut putih. Hamparan hutan yang hijau dengan kabut putih yang meliuk-liuk memenuhi permukaan sungai tentu saja menjadi pemandangan eksotik. Saat senja menjelang, pengunjung bisa menyaksikan sunset keemasan yang sangat indah.

Untuk berwisata di Kebun Buah Mangunan wisatawan cukup merogoh kocek Rp 5.000 per orang. Fasilitas yang ada di tempat ini antara lain camping ground, homestay, gardu pandang, gazebo, play ground yang dilengkapi kandang rusa, dan tempat pembibitan tanaman.

Lokasi dan Akses Menuju Kebun Buah Mangunan

Kebun buah ini terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul. Jarak dari pusat Kota Jogja sekitar 35 km. Untuk mencapai tempat ini wisatawan dapat menuju Terminal Giwangan. Dari terminal ambil jalan lurus ke Selatan (Jalan Imogiri Timur). Sesampainya di Imogiri ambil Jalur Imogiri – Dlingo. Dari situ silakan ikuti petunjuk arah yang telah tersedia.

Perjalanan dari Kota Jogja menuju Kebun Buah Mangunan menjanjikan pemandangan yang indah dan petualangan yang menarik. Dari Jogja hingga Imogiri wisatawan akan dimanja dengan hamparan sawah menghijau luas dan gugusan Pegunungan Sewu di sebelah timur. Dari Imogiri menuju Dlingo jalan mulai menanjak dan berkelok. Hamparan hutan pinus akan menjadi spot yang sayang dilewatkan untuk mengambil gambar.

detail

Air Terjun Kembang Soka

Air Terjun Kembang Soka

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Kembang Soka, nama sebuah air terjun yang dijuluki salah satu air terjun terindah di Jogja ini. Dinamakan demikian karena air terjun ini berasal dari mata air yang bernama Kembang Soka, dimana dulunya terdapat pohon Kembang Soka yang ukurannya cukup besar yang airnya selalu mengalir sepanjang tahun dan hingga sekarang masih digunakan warga setempat untuk kebutuhan hidup.
Air terjun Kembang Soka ini terletak di Dusun Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kulonprogo, Yogyakarta.  Kembang Soka ini baru mulai meramaikan dunia Peng”Air Terjun” an Yogyakarta bulan Desember 2014 lalu. Air terjun Kembang Soka langsung disambut suka cita oleh wisatawan terutama wisatawan lokal, apalagi memang air terjun ini mempunyai ciri khas yang berbeda dari air terjun yang lain yang ada di Jogja, selain itu akses menuju ke air terjun cukup mudah dan kondisi jalannya sangat baik. Namun sayangnya untuk menuju kesini butuh kendaraan karena tidak ada angkutan umum yang menuju kesini.

Rute untuk mencapai ke Air Terjun ini cukup mudah, dari Kota Jogja ambil jalan menuju ke Lampu Lalu Lintas (Bangjo) Ring Road Barat Demak Ijo lalu ambil arah ke Jalan Godean (arah Barat). Ikuti Jalan tersebut melewati Pasar Godean, Menyebrangi Sungai Progo dan setelah itu akan menemukan Perempatan Bangjo Nanggulan, tetap ambil arah barat (lurus) menuju pegunungan menoreh. Ikuti jalan menaiki pegunungan menoreh Kulonprogo, mulai dari sini pengemudi di harapkan hati-hati karena jalannya mulai menanjak berkelok-kelok, jangan lengah karena pemandangan saat menanjak ini memang indah. Setelah menempuh jalan menanjak berkelok-kelok akan ketemu pertigaan mentok, ambil kiri mengikuti arah menuju Gua Kiskendo. Setelah melewati objek wisata Goa Kiskendo aka nada pertigaan dengan pemandangan Hutan Pinus, ambil kiri lalu ikuti jalan tersebut sampai bertemu pertigaan yang ada petunjuk arah menuju Grojogan Mudal. Ambil arah Kiri lalu nanti aka nada gapura Selamat Datang di Air Terjun Kembang Soka. Dari lokasi parkir menuju air terjun Kembang Soka masih butuh perjuangan karena air terjun berada di dasar lembah. Dari parkiran kita berjalan kaki menyusuri jalan setapak melewati hutan milik masyarakat setempat. setelah sampai di ujung tebing kita bisa melihat indahnya air terjun kembang Soka dari atas. Pemandangan yang menakjubkan, dari sini kita bisa melihat Kembang Soka dalam keadaan utuh dari tingkat atas sampai kebawahnya. Warna Hijau dari Hutan milik masyarakat seakan tak mampu menyembunyikan keindahan dari Kembang Soka ini.

Air terjun Kembang Soka punya ciri khas yang unik dan membuatnya berbeda dari air terjun lainnya. Airnya yang jernih berpadu dengan batuan air terjunnya berwarna kekuningan. Terdapat banyak kolam alami di sepanjang aliran sungai Kembang Soka, dan air kolam alaminya berwarna Hijau Tosca. Menurut saya, warna air hijau tosca tersebut terjadi karena adanya pelarutan batuan dasar sungai Kembang Soka dan juga mungkin ditambah dengan efek cahaya matahari. Selain itu walau batuan air terjun dan dasar sungainya berwarna kekuningan, Tebing yang berada disisinya berwarna merah marun, sehingga itulah mengapa saya memberi judul Kembang Soka merupakan air terjun yang penuh warna. :)

Menyelusuri dan menikmati tingkat demi tingkat hingga berakhir di tingkat paling atas. di atas tingkat paling atas ini terdapat dua mata air yang menjadi sumber airnya Kembang Soka. Mata Air pertama yaitu Mata Air Jaran dan yang kedua masih agak ke atas mengikuti jalan setapak yang tersedia yaitu Mata Air Kembang Soka yang menjadi asal muasal nama Air Terjun Kembang Soka. Dahulunya terdapat pohon Kembang Soka yang lumayan besar, namun seiring berjalannya waktu pohon tersebut mati. Kedua sumber air ini airnya sangat terjaga, keluar dari dalam tanah cukup deras. Saya pun mencoba meminumnya dan membawa air tersebut dalam botol kosong yang saya bawa untuk bekal penjelajahan Kulonprogo sehabis dari Kembang Soka.
Fasilitas yang ada di Kembang Soka lengkap dan cukup baik, terdapat lahan parkir untuk kendaraan roda empat dan roda dua, terdapat pula juga kamar ganti yang bisa digunakan pengunjung. Saat mulai lapar pun tak perlu khawatir, ada beberapa penjaja makanan-minuman di sini, dan penataannya lapaknya lumayan rapi. Terdapat pula tempat pembuangan sampah yang letaknya strategis, dengan harapan wisatwan bisa membuang samoahnya di tempat tersebut. Saya salut pada pihak pengelola yang ternyata secara teratur dan tanpa disuruh melakukan pembersihan kawasan wisata air terjun Kembang Soka agar kawasan wisata selalu bersih dan nyaman dikunjungi kita, para wisatawan. Kita sebagai Wisatawan harusnya juga membantu mereka, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.


Yuk Kunjungi Air Terjun Kembang Soka  :)

detail

Curug Pulosari Bantul

Curug Pulosari Bantul

Pagi... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open Libur lebaran Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Desa Wisata Krebet tidak hanya dikenal sebagai sentra wisata kerajinan kriya dengan motif batik yang dijadikan ciri khas dari kerajinan terserbut, namun ada potensi yang bagus belum diketahui banyak orang. Apakah itu? Yups, sebuah air terjun atau curug bernama Pulosari beralamat di Njurug, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, DIY.

Curug Pulosari merupakan potensi tersembunyi dalam artian sebenarnya. Letaknya yang jauh dari jalan utama serta melewati jalan yang berkelok dan berliku. Beberapa kali saya tersesat bahkan saya memutari jalanan yang sama hanya berbeda arah saja. Dengan prinsip selama tersesat di daerah dengan jalan yang sudah di aspal saya tetap melanjutkan perjalanan untuk mencari curug tersebut.

Tanda-tanda mulai diketemukannnya Curug Pulosari berkat kecanggihan GPS* buatan lokal yang terbukti dengan details dan terarah membuat saya memahami rute yang tercepat dan mudah dihafalkan apabila suatu saat menjadi pemandu wisata menuju disini.

Akhirnya saya menemukan perempatan dengan patung Semar ukuran besar, dari sini saya mendapatkan jalan utama menuju Curug Pulosari, dari arah timur kita lurus saja ke arah barat melewati jalanan beraspal hingga jalan bercor, setelah itu kita akan banyak mendapati penanda arah menuju Curug Pulosari, dari beberapa tanda ini kita bisa memilih dari mana kita masuk ke lokasi curug tersebut.

Perjalanan yang berliku akhirnya terbayar sudah, akhirnya saya menemukan lokasi curug tersebut, setelah memarkir kendaraan, saya kemudian menuruni bukit lumayan curam dan tidak beberapa lama saya mendengarkan perlahan suara gemericik air pertanda Curug Pulosari semakin dekat.

Berjalan kurang lebih 10 menit akhirnya pemandangan indah itu terlihat dengan jelas di depan mata saya, suara gemercik semakin jelas dengan pemandangan yang nyata pula. Setelah itu keluarlah kamera dari saku saya, dengan cepat mengambil posisi untuk mendapatkan sudut pandang yang bagus. Bebatuan kapur dengan guratan alaminya menambah kesan eksotis Curug Pulosari. Jenis bebatuan yang sama dengan beberapa curug yang terdapat di daerah Pajangan Bantul DIY.

detail

Embung Tambakboyo

Embung Tambakboyo

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Embung Tambakboyo merupakan salah satu waduk yang berada di wilayah Sleman, Yogyakarta. Sebenarnya waduk ini terletak diantara tiga Desa yaitu Condongcatur, Maguwo dan Wedomartani. Perencanaan  pembangunan dari embung ini telah berjalan sejak tahun 2003 selama 5 tahun sampai tahun 2008 dan saat ini telah selesai pengerjaannya. Waduk yang luasnya 7,8 hektar dan volume tampungan sekitar 400.000 m3 ini memiliki wilayah yang cukup luas. Fungsi utama dari waduk ini adalah cadangan dan resapan air tanah untuk warga Bantul, Sleman, Yogyakarta, sebagai sarana pengairan, dan cadangan air untuk PDAM dimasa mendatang. Namun dalam pengembangan waduk ini sering digunakan sebagai sarana rekreasi seperti memancing, berolahraga, bahkan piknik.
 
Tempat berolah raga yang biasa digunakan adalah jalan berkonblok yang memiliki jarak yang cukup jauh. Hal yang menarik adalah pemandangan sekitar yang cukup indah. Selain itu terdapat juga penginapan disekitar Embung yang dapat digunakan untuk menginap apabila anda berasal dari luar kota.

Wilayah sekitar waduk ini telah didesain khusus dengan rapi sehingga memiliki pemandangan yang indah. Jika anda ingin berkunjung, waduk ini memiliki lokasi yang cukup mudah untuk dilalui. Letak pastinya adalah sekitar 1 km kearah utara dari Ringroad utara depan kampus Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Transportasi juga mudah jika anda menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Cara Menuju Embung Tambakboyo

Dari perempatan Universitas Pembangunan Negara (UPN) Condong Catur ke arah utara. Jika Anda dari jalan seturan arahnya lurus. Namun, jika Anda dari arah barat, belok kiri di perempatan ring road UPN. Lalu terus saja sampai melewati perempatan pertama.

Dari perempatan tersebut masih lurus saja sampai masuk komplek perumahan dan jalanan berubah dari aspal ke konblok. Lurus saja sampai menemukan penunjuk arah embung Tambakboyo. Posisinya di sebalah kanan, di gang kedua. Jaraknya sekitar 200 meter dari perempatan tadi.

Setelah menemukan penunjuk arah, belok ke kanan. Jalanannya agak turun. Di sebelah kiri ada homestay. Posisi embung di bawah homestay, di depannya terdapat portal.

detail