www.larisahomestay.com +62822 4251 9444 pin bbm: 5E48B488
Price Range ≤ Rp. 200.000
294 item(s) found.

Puncak Becici

Puncak Becici

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Puncak Becici terletak di Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta dan wilayahnya masuk dalam RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan, wilayah kerja Dishutbun Provinsi Yogyakarta. Awalnya saya berkunjung ke tempat ini tidak sengaja, hanya mengantarkan seorang teman yang ingin ke puncak kebun buah Mangunan dan hutan pinus mangunan. Selepas dari Hutan Pinus Mangunan, kami hendak menuju Patuk.  Di perjalanan kami menemukan papan petunjuk kecil yang mengarahkan ke Puncak Becici. Karena rasa penasaran, kami mengikuti papan petunjuk jalan dan sampailah di depan kawasan wisata Puncak Becici.
Rute menuju Puncak Becici dari Kota Jogja cukup mudah, dari kota Jogja, arahkan kendaraan menuju Jalan Imogiri Timur, dan ikuti jalan tersebut sampai mentok di pertigaan pasar Imogiri. Dari Pertigaan tersebut ambil arah kiri dan ikuti papan petunjuk jalan menuju kebun Buah Mangunan. Mulai dari sini Jalan yang dilalui mulai menanjak, dan berkelok-kelok. Sampai bertemu di pertigaan kebun buah dan Hutan Pinus, ambil arah lurus menuju Hutan Pinus Mangunan. Ikuti jalan tersebut melewati kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan sampai bertemu di pertigaan yang ada papan petunjuk jalan menuju Puncak Becici. Ikuti Papan petunjuk yang ada mulai dari sini dan akan membawa kita ke kawasan wisata Puncak Becici.
Sesampainya di kawasan Wisata Puncak Becici kita langsung disuguhkan oleh pemandangan, kesejukan  dan aroma khas Hutan Pinus yang entah kenapa membuat kita nyaman di dalamnya. Hutan pinus di Becici ini sedikit berbeda dengan Hutan Pinus Mangunan, Pohon pinus Becici ini disadap diambil getahnya sebagai bahan dasar pembuatan Gondorukem dan Terpentin. Di sepanjang menelusuri Hutan Pinus menuju Puncak Becici, terdapat bangku-bangku sederhana yang terbuat dari batang pohon pinus yang roboh, untuk tempat bersantai, menikmati suasana pinus. Setelah berjalan kurang lebih 15 menit, sampai juga di Puncak Becici.
Pemandangan yang menakjubkan terlihat di Puncak Becici. Terlihat kabut-kabut yang terpisah pisah bagaikan awan kecil di langit menghiasi bukit-bukit kecil di sekitar Puncak Becici. Pagi itu saat kami datang cuaca sedang cerah, Gunung Merapi dan Gunung Sindoro terlihat sedang cantik-cantiknya. Jika kita melihat kearah barat terlihat pegunungan Menorehnya Kulonprogo dan samar terlihat pantai selatan Jogja. Puncak becici ini bagus dikunjungi pagi hari dan sore hari. Pagi hari cuaca masih sejuk-sejuknya, dapat melihat pemandangan wilayah Yogyakarta yang masih di selimuti kabut dan pada Sore hari matahari sudah tidak begitu panas dan bisa melanjutkan menikmati senja dan suasana malam disini.
Kawasan Wisata Puncak Becici dikelola oleh warga setempat secara swadaya. Mereka secara gorong royong membangun fasilitas-fasilitas sederhana seperti  pemerataan jalan masuk, lokasi parkir kendaraan, bangku tempat istirahat pengunjung, rumah pohon seperti  yang ada di Kalibiru, Kulonprogo. Fasilitas yang dibuat pengelola cukup sederhana, mengingat kawasan ini merupakan kawasan Hutan Lindung  sehingga  pembangunan fasilitas terbatas. Mengunjungi Hutan Lindung yang merupakan wilayah hutan yang berfungsi sebagai kawasan penyangga kehidupan untuk daerah di sekitar Becici termasuk Kota Yogyakarta sudah sepantasnya kita, wisatawan juga pengelola kawasan wisata untuk menjaga fungsi dan keberadaan Hutan Lindung, minimal dengan menjaga kebersihan, tidak bermain api, tidak menebang dan merusak pohon serta ha lain yang merugikan kawasan hutan Lindung dan kawasan wisata Puncak Becici.
detail

Goa Jepang

Goa Jepang

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Di kawasan dataran tinggi Kaliurang, tepatnya di lereng Gunung Merapi, terdapat kompleks wisata alam bernama Nirmolo Kaliurang. Di dalam kompleks ini, terdapat situs goa peninggalan masa penjajahan Jepang.

Goa peninggalan Jepang ini terlihat sangat eksotis. Letaknya yang berada di pegunungan membuat udara di tempat ini terasa sangat sejuk. Apalagi, pengunjung dapat melihat kawanan monyet di habitat alaminya.

Untuk sampai ke Goa Jepang dari pintu masuk Nirmolo Kaliurang, pengunjung harus menempuh perjalanan menanjak selama 45 menit. Jalur yang dilalui tidak terlalu terjal tapi berliku. Bagi yang tidak suka dengan wisata petualangan, mungkin akan menyerah sebelum sempat sampai ke lokasi Goa Jepang. Tapi bagi yang mampu bertahan, dari pertigaan jalur antara Plawangan dan Goa Jepang, pengunjung dapat menyaksikan keindahan Gunung Merapi dari dekat.

Menurut pengelola kompleks wisata alam Nirmolo Kaliurang, Goa Jepang yang berada di Kaliurang dahulu difungsikan oleh tentara Jepang sebagai tempat tinggal dan berlindung dari tentara sekutu. Berbeda dengan karakter Goa Jepang yang ada di beberapa kota lain di Indonesia, seperti di Bandung, Papua, Bali, NTT, dan Jawa Timur, Goa Jepang yang berada di Kaliurang berjumlah 25 unit. Goa-goa tersebut saling berhubungan satu sama lain, masih orisinal, dan tanpa penerangan.

Walau tanpa penerangan, pengunjung tidak perlu khawatir ketika memasuki goa ini. Di depan pintu masuk goa pertama, terdapat pemandu yang siap menemani dan menjelaskan berbagai hal tentang goa ini. Dengan biaya yang relatif terjangkau, pengunjung dapat menyewa fasilitas penerangan sekaligus ditemani seorang pemandu.
 
Selain Goa Jepang, di kompleks wisata alam Nirmolo Kaliurang yang berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Gunung Merapi juga terdapat beberapa situs wisata lain – seperti curug dan Plawangan.

Pengunjung akan mendapatkan dua manfaat sekaligus jika berkunjung ke kompleks wisata ini. Selain dapat menikmati wisata alam, pengunjung juga diperkaya dengan pengetahuan sejarah penjajahan Jepang di Indonesia

detail

Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Benteng yang dibangun pada tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda ini digunakan untuk menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Dengan parit yang mengelilinginya, benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki menara pengawas di keempat sudutnya dan kubu yang memungkinkan tentara Belanda untuk berjalan berkeliling sambil berjaga-jaga dan melepaskan tembakan jika diperlukan.

Pada dasar meriam di kubu bagian selatan, Kraton Yogyakarta dan beberapa bangunan bersejarah lainnya termasuk kepadatan lalulintas di sekitarnya terlihat dengan jelas. Dibangun pada tahun 1765 oleh Belanda, Museum dengan luas kurang lebih 2100 meter persegi  ini mempunyai beberapa koleksi antara lain:

  • Bangunan-bangunan peninggalan Belanda, yang dipugar sesuai bentuk aslinya.
  • Diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan sebelum Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan masa Orde Baru.
  • Koleksi benda-benda bersejarah, foto-foto, dan lukisan tentang perjuangan nasional dalam merintis, mencapai, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia.SEJARAH

Museum Benteng Yogyakarta, semula bernama "Benteng Rustenburg" yang mempunyai arti "Benteng Peristirahatan" , dibangun oleh Belanda pada tahun 1760 di atas tanah Keraton. Berkat izin Sri Sultan Hamengku Buwono I, sekitar tahun 1765 - 1788 bangunan disempurnakan dan selanjutnya diganti namanya menjadi "Benteng Vredeburg" yang mempunyai arti "Benteng Perdamaian".

Secara historis bangunan ini sejak berdiri sampai sekarang telah mengalami berbagai perubahan fungsi yaitu pada tahun 1760 - 1830 berfungsi sebagai benteng pertahanan, pada tahun 1830 -1945 berfungsi sebagai markas militer Belanda dan Jepang, dan pada tahun 1945 - 1977 berfungsi sebagai markas militer RI.

Setelah tahun 1977 pihak Hankam mengembalikan kepada pemerintah. Oleh pemerintah melalui Mendikbud yang saat itu dijabat Bapak Daoed Yoesoep atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku pemilik, ditetapkan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara pada tanggal 9 Agustus 1980.

Pada tanggal 16 April 1985 dipugar menjadi Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum pada tahun 1987. Kemudian pada tanggal 23 November 1992 resmi menjadi "Museum Khusus Perjuangan Nasional" dengan nama "Museum Benteng Yogyakarta".

Bangunan bekas Benteng Vredeburg dipugar dan dilestarikan. Dalam pemugaran pada bentuk luar masih tetap dipertahankan, sedang pada bentuk bagian dalamnya dipugar dan disesuaikan dengan fungsinya yang baru sebagai ruang museum.

Jam Buka Museum

  • Selasa - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB
  • Sabtu - Minggu: 08.00 - 17.00 WIB
  • Hari Senin dan hari libur nasional: Tutup

Harga Tiket Masuk

  • Dewasa: Rp.2.000,00
  • Anak-anak: Rp.1.000,00

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Ruang Pertunjukan 
  • Ruang Seminar, Diskusi, Pelatihan dan Pertemuan 
  • Audio Visual & Ruang Belajar Kelompok 
  • Hotspot gratis
  • Pemandu
  • Ruang Tamu 
  • Mushola 
  • Kamar mandi
detail

Bukit Bintang, Pathuk, Gunungkidul

Bukit Bintang, Pathuk, Gunungkidul

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda 

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Setelah puas menikmati pantai-pantai di Gunungkidul, di perjalanan pulang menuju ke kota sempatkanlah sejenak berhenti di salah satu spot terbaik menikmati malam di Jogja, Bukit Bintang, Patuk. Seperti namanya kamu dapat menikmati ribuan bintang yang berkilau di malam hari. Namun, bintang yang dimaksud di sini bukanlah bintang yang bertebaran di langit, melainkan ribuan kerlip lampu Kota Jogja yang dilihat dari ketinggian. Terbayang bukan betapa indahnya melihat kota Jogja di malam hari dari atas bukit ini. Sambil menikmati malam, kamu pun akan ditemani oleh hidangan warung-warung pinggir jalan yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman.

Bukit Patuk Gunungkidul merupakan salah satu tempat yang indah untuk menikmati suasana alam sambil istirahat setelah melakukan perjalanan. Bukit yang terletak diperbatasan antara Gunungkidul dan kabupaten Bantul tersebut terletak sekitar 20 Km dari kota Yogyakarta atau 20 km dari kota Wonosari yang merupakan ibukota kabupaten Gunungkidul. Bila kita melakukan perjalanan ke Gunungkidul dari arah Yogyakarta maka setelah melewati Piyungan Bantul maka akan dimulai perjalanan yang menanjak dan berkelok-kelok menuju Gunungkidul. Sekitar 3 km akan melewati tanjakan dan dipertengahannya kita bisa melihat di sebelah kanan kita disuguhkan pemandangan persawahan yang hijau dan secara samar-samar kota Yogyakarta dari kejauhan bisa kita lihat.Bila mau istirahat maka harus berbelok ke kanan dan melawan arus kendaraan yang berasal dari Wonosari.Maka menikmati pemandangan bukit Patuk ini akan terasa nyaman bila kita melakukan perjalanan kembali dari arah Wonosari menuju Yogyakarta ,karena kita tinggal menepi di depan rumah makan atau kios-kios minuman kelapa muda yang ada. Tempat ini biasa disebut bukit bintang… Pada malam hari memang cahaya lampu-lampu di bawah bertaburan seperti bintang, Disini menjadi tempat tujuan, terutama bagi siswa & mahasiswa di seputaran Jogja untuk sekedar menikmati indahnya malam yang romantis. Bahkan ketika sedang menempuh perjalanan melewati tempat ini pada malam hari, meluangkan waktu sejenak untuk makan dan minum di salah satu warung sambil menikmati pemandangan bertabur bintang… Dingin malam dan indahnya cahaya-cahaya lampu yang menyala, dan terlihat dari atas bukit. Suasana di pagi hari sangat sejuk, dengan pemandangan gunung Merapi yang terlihat jelas tanpa tertutup kabut.

detail

Bukit Parang Endog

Bukit Parang Endog

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Pantai ini berada tidak jauh dari pantai Parangtritis, pantai ini merupakan pantai yang berada diujung dari deretan pantai di Kabupaten Bantul yakni berada disisi timur pantai parangtritis. Dinamai parangendog menurut cerita beberapa waktu yang lalu ditempat ini banyak ditemukan batu dengan bentuk menyerupai seperti telur atau endog dalam bahasa jawa. Dan karena banyaknya batu karang yang menjorok kelaut yang orang sekitar menyebutnya parang, maka jadilah sebuah nama menjadi parangendog.
Pantai parangendog berbeda dengan pantai pantai yang lain yang ada di Kabupaten Bantul tersebut. Hanya pantai Parangendog yang dihiasi dengan batu karang yang menjulang tinggi dan merapat ke laut. Bukit karang tersebut merupakan bagian dari pegunungan seribu yang membentang di utara pantai.

Pemandangan yang kita dapatkan jika kita bisa berada diatas bukit karang tersebut sangatlah indah karena dapat melihat pantai secara keseluruhan. Secara umum keberadaan pantai ini sangat bagus, hanya keberadaannya kalah tenar dengan nama parangtritis sehingga nama pantai ini lepas dari pengamatan kita dan tidak banyak orang yang mencari keberadaannya.

Satu hal yang paling unik dan menarik dari kawasan ini berupa pemandangan sawah yang ada didekat pantai tersebut. Tentunya anda akan bertanya tanya apakah tanah berpasir tersebut dapat ditumbuhi tanaman pertanian , hal yang sulit dibayangkan. Namun berkat keuletan dan kerja keras para petani di area ini diubah menjadi satu persawahan yang dapat menghasilkan padi dan juga bawang merah. Sebagai pengairan untuk persawahan mereka mempergunakan air tawar yang senantiasa ada dan mengalir dari celah celah bukit disekitar lokasi.

Untuk mengujungi Pantai parangendog ini anda harus melewati pintu masuk pantai parangtritis dengan membayar di loket retribusi kurang lebih Rp. 5.000,-

detail

Hutan Wisata Wanagama

Hutan Wisata Wanagama

Liburan ke Jogja mahal ??

Siapa bilang ^^ Cukup 100rb lho, mau ?

Ayo langsung kesini Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay

  Wanagamameliputi empat desa di Kecamatan Patuk dan Playen, Gunung Kidul, yang berjarak tempuh satu jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Sepanjang perjalanan berjarak 35 kilometer tersebut, kita dapat melihat pemandangan indah kota Yogyakarta dari ketinggian. Sampai di perempatan lampu merah setelah Rest Area Bunder, terdapat plang penunjuk jalan dengan tulisan Wanagama dan panah kanan. kami kemudian berbelok ke kanan menyusuri jalan yang mengecil namun tetap beraspal. Gapura bertuliskan Hutan Wanagama seolah memberitahu pengunjung bahwa mereka telah tiba di hutan yang mulai dibangun sejak 1964 ini.

Menghijaukan lahan kritis Menyusuri Wanagama di masa sekarang, kita tak akan menyangka bahwa dahulunya tempat ini tandus dan gersang. Sebuah keadaan yang disebabkan oleh penebangan liar. Keprihatinan akan kritis dan tandusnya lahan tersebut menggerakkan beberapa akademisi dari Fakultas Kehutanan Gadjah Mada untuk menghijaukannya. Dimulailah pekerjaan besar mereboisasi daerah yang berjenis tanah mediteran coklat kemerahan tersebut. Proyek penghijauan itu dipelopori oleh Prof. Oemi Hani'in Suseno dan menggeliat sejak tahun 1964.

Dengan bermodal uang pribadi, guru besar peraih anugerah Kalpataru (penghargaan tertinggi di Indonesia untuk urusan lingkungan) tersebut menanami Wanagama yang pada saat itu hanya seluas 10 hektar. Kegigihan Prof. Oemi dan rekan-rekannya menanami lahan kritis menarik perhatian banyak pihak seperti pemerintah dan pecinta lingkungan. Mereka saling bekerjasama untuk mewujudkan Wanagama sehingga berupa hamparan hijau seluas 600 hektar seperti sekarang ini. Miniatur hutan beragam tanaman Hutan memang menawarkan sensasi kembali ke alam yang kental. Hal itu pula yang bisa didapat saat berwisata ke Wanagama. Di Wanagama kita seperti sedang berada di miniatur hutan yang berisikan banyak tanaman dari berbagai daerah. Terdapat barisan jenis pepohonan yang akan menemani perjalanan menyusuri hijaunya Wanagama.

Dimulai oleh pohon akasia, pohon penghasil bubur kayu yang menjadi primadona banyak perusahaan HTI (Hutan Tanaman Industri) di Indonesia. Dilanjutkan dengan pohon kayuputih, tanaman yang terkenal dengan minyak atsiri-nya yang berkhasiat untuk menghangatkan badan. Selain itu ada juga barisan pohon pinus (Pinus merkusii). Deretan pohon yang banyak ditemukan di Sumatera bagian tengah ini cukup meneduhkan kala matahari bersinar dengan teriknya. Wanagama masih memiliki banyak pepohonan, misalnya eboni (Diospyros celebica) Si Kayu Hitam dari Sulawesi, cendana (Santalum album) Si Pohon Wangi, murbei (Morus Alba) dan jati (Tectona grandis). Selain tanaman, Wanagama juga memiliki keindahan lain berupa tiga aliran air yakni Sungai Oya, Sendang Ayu, dan Banyu Tibo. Ketiganya menawarkan kesegaran dan kesejukan saat lelah menghampiri setelah mengelilingi Wanagama. Peninggalan Pangeran Charles di Gunung Kidul Wanagama memiliki satu pohon yang membuat tempat wisata ini mendunia.

Tanaman itu adalah jati (Tectona grandis) yang ditanam Pangeran Charles saat berkunjung ke Wanagama pada tahun 1989. Konon terdapat hubungan unik antara pohon yang terkenal dengan sebutan Jati Londo ini dengan pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana. Saat bertinggi 1 m, pohon ini mengering berbarengan dengan pengumuman perpisahan pasangan Kerajaan Inggris tersebut. Entah apakah si pohon jati ikut berduka atas perceraian penanamnya. Selain Jati Londo, Pangeran Charles juga meninggalkan rute yang menjadi favorit para pengunjung Wanagama. Rute tersebut berawal dari Wisma Cendana dan berakhir di Bukit Hell. Jalan menuju bukit itu hanya sepanjang 50 meter yang di kanan kirinya terdapat banyak pohon cendana. Jati adalah salah satu jenis pohon yang paling banyak terdapat di Wanagama. Tanaman ini terkenal karena keawetan dan kekuatannya.

Kelebihan jati amat terkenal hingga diwaspadai oleh angkatan laut Kerajaan Inggris. Manual kelautan Inggris menyarankan untuk menghindari kapal jung Tiongkok yang terbuat dari jati karena dapat merusak baja kapal marinir Inggris jika berbenturan (Wikipedia). Wanagama dan Masyarakat sekitar Wanagama tak hanya menjadi tempat tumbuh dan hidup berbagai jenis pepohonan, namun juga tempat bergantung hidup masyarakat sekitarnya. Masyarakat dan Wanagama bermitra serta menjalin hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Beternak sapi merupakan mata pencarian sebagian besar masyarakat sekitar Wanagama. Masyarakat diperbolehkan menanam rumput kalanjana di sela-sela lahan kosong Wanagama. Rumput tersebut menjadi makanan bagi sapi-sapi milik warga. Sebagai timbal baliknya, Wanagama mendapat pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak. Selain itu, terdapat pula beberapa anggota masyarakat yang berjualan madu. Madu didapat dari peternakan lebah yang terdapat di sebelah timur laut Wanagama. Sama seperti rumput kalanjana, peternakan lebah juga berada di tengah rimbun lahan Wanagama. Stok madu biasanya berlimpah saat musim hujan, karena pada saat itu bunga bermekaran. Mengelilingi Wanagama memang cukup meletihkan, namun semua sebanding dengan kepuasan yang didapat. Kita akan terkagum dengan mahakarya reboisasi ini

detail

Gua Rancang Kencono

Gua Rancang Kencono

Welcome Yogyakarta ^^

http://www.larisahomestay.com/

  Larisa Homestayadalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta.

Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto. Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat .

Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.

Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346

- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

  Gunungkidulmerupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya termasuk dalam Kawasan Karst Pegunungan Sewu dengan bentang alam yang unik. Selain fenomena di permukaan (eksokarst) yang berbentuk perbukitan karst, di Gunungkidul juga terdapat fenomena di bawah permukaan (endokarst) yang berbentuk sungai bawah tanah, lembah, telaga, hingga luweng dan gua. Karena itu tak heran jika Gunungkidul memiliki banyak gua yang tersebar di perut bumi. Salah satu gua yang bisa dimasuki siapa saja tanpa peralatan khusus adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di Desa Wisata Bleberan.

Berdasarkan buku "Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta" yang disusun oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, Gua Rancang Kencono merupakan gua purba sejajar dengan Gua Braholo yang terdapat di Kecamatan Rongkop, hal ini didasarkan pada penemuan artefak dan tulang belulang yang diperkirakan hidup pada ribuan tahun yang lalu. Gua yang mempunyai ruangan luas dan lapang dengan pohon klumpit (Terminalia edulis) yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 2 abad ini pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram pada saat menyusun rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena digunakan untuk merancang strategi demi tujuan mulia maka gua ini dinamakan Gua Rancang Kencono. Untuk memasuki Gua Rancang Kencono cukup menuruni tangga batu yang sudah dibangun sejak dulu. Sebatang pohon klumpit yang tingginya sudah melampaui atap gua menyambut dengan gagahnya. Lubang besar akibat lapuk terlihat di batang pohon menjadi penanda usianya yang sudah renta. Gua Rancang Kencono memiliki sebuah pelataran atau ruang yang luas dan bisa digunakan untuk mengadakan pertemuan.

Stalaktit tampak menghiasi langit-langit gua, banyak diantaranya sudah mati sehingga tidak terlihat lagi air yang menetes. Di sebelah ruangan yang luas terdapat ruang kecil dan sempit serta gelap gulita. Untuk memasuki ruang ini kami harus melewati sebuah celah kecil dengan merunduk. Di dalam ruang yang sempit ini terdapat lukisan bendera merah putih serta kata-kata penyemangat yang ditujukan kepada para pejuang. Baru 10 menit di ruangan udara sudah terasa pengap, kembali ke pelataran pun menjadi pilihan. Selain relung gua yang sempit dan gelap, di sisi lain juga terdapat lorong yang konon menghubungkan Gua Rancang Kencono dengan Air Terjun Sri Gethuk. Saat memasuki lorong tersebut kami  harus berjalan jongkok bahkan sesekali merangkak karena langit-langitnya sangat pendek. Menurut pengelola, sebagian lorong tersebut telah runtuh sehingga tidak bisa ditelusuri. Saat malam menjelang, Gua Rancang Kencono yang disinari samar cahaya bulan terlihat mistis sekaligus eksotis. Redup cahaya bintang dan sinar lampu taman yang tidak terlalu benderang menjadi teman setia berbincang sambil menikmati secangkir wedang jahe. Derik serangga berpadu dengan desau angin menciptakan simfoni alam yang merdu dan mengiringi obrolan hingga larut malam.

detail

Selamat Berpuasa ^-^

Selamat Berpuasa ^-^

Selamat Berpuasa :)

Kami akan memberikan berbagai macam Tips tips saat kamu menjalankan ibadah puasa

Alangkah nikmatnya dikala melakukan ibadah mulia ini (berpuasa) kita tetap dapat menjalani aktifitas sehari-hari dengan kondisi yang segar bugar. Bagi sebagian orang yang dalam keseharian puasanya bermalasan dirumah atau tidur mungkin tidak terasa berat, namun bagaimana dengan kita yang rutin bekerja seharian pada saat menahan haus dahaga? Ini dia tips untuk berpuasa tetap bugar selagi produktivitas kerja juga tetap maksimal.

Ketika Sahur

- Ketika sahur sebaiknya hindari makanan yang manis atau terlalu banyak gula, karena asupan makanan/minuman yang manis akan menyebakan tubuh yang lemas pada siang hari saat berpuasa.

- Paling baik ketika sahur adalah meminum susu, karena susu akan mencegah anemia yang menyebabkan badan lemas pada siang harinya.

- Menu yang disajikan sebaiknya yang mengandung air yang banyak atau buah sekalian sehingga tubuh tidak dehidrasi parah saat berpuasa nanti. Kurma juga dapat membuat tubuh bugar seharian.

- Bila tidak menyukai buah saat sahur, meminum jus buah saja pun cukup baik untuk kelancaran BAB.

- Sebaiknya hindari fast-Food, gorengan atau makanan pedas saat sahur karena akan mengganggu pencernaan pada siang harinya.

Saat Berpuasa

- Kerjakan tugas-tugas Anda dengan perlahan tapi pasi. Jangan menumpuk pekerjaan yang dapat membuat stress, karena stress juga menyebabkan otak lelah dan akhirnya perut terasa lebih lapar.

- Istirahatlah sejenak, bila pada saat jam istirahat lebih baik Anda pakai untuk tidur sejenak, setalah sholat zuhur adalah waktu terbaik untuk tidur sejenak. Tidur selama 15 menit saja sudah dapat membangkitkan kembali semangat.

- Melakukan olahraga ringan seperti peregangan atau berjalan kaki saat berpuasa sangat disarankan. Selain membantu menjaga berat badan, olahraga juga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah dan menjaga kebugaran tubuh anda.

Waktu Berbuka

- Segerakan berbuka, namun jangan kalap. Setelah berbuka dengan yang manis, dahulukan sholat Magrib agar perut tidak kaget, barulah makan makanan kesukaan Anda!

- Jika kebetulan Anda berbuka dijalan, jangan lupa menyiapkan ta’jil dari sebelum Anda berangkat pulang ya. Kurma adalah makanan ta’jil terbaik untuk membatalkan puasa.

Gimana puasanya teman-teman, masih lancarkan hehe. Mumpung bulan Ramadhan mau bahas tentang tempat-tempat ngabuburit di sekitaran jogja. Ngabuburit bisa diartikan sih jalan-jalan sambil menunngu waktu berbuka yaitu pas adzan magrib, jalan-jalan pas mau adzan Dzuhur bisa disebut ngabuburit g ya :p. Banyak opsi sih buat ngabuburit di Jogja, bisa ke pantai, ke mall, ke alun-alun, dan pilihan lainnya, tapi kali ini saya mau bahas tempat-tempat ngabuburit yang bisa sekalian cari takjilan atau makanan-minuman berbuka puasa di sekitaran kota Jogja.

1. Bundaran UGM (Kawasan Lembah UGM) Salah satu tempat yang cukup popular sebagai tujuan ngabuburit, selain itu bunderan UGM memang mudah dijangkau. Aneka makanan dan camilan berbuka puasa bisa di dapatkan disana, bersih dan tentunya dekat dengan masjid jika kitaingin langsung menunaikan ibadah sholat setelah berbuka. Jika kita bosan di bunderan UGM, kita bisa bergeser ke utara yaitu Lembah UGM. Lembah UGM juga pas dijadikan tempat untuk ngabuburit.

2. Kawasan Jalan kaliurang Ini dia kawasan paling ramai dengan PKL yang berjualan aneka kuliner khas Ramadhan.. Gerobak-gerobak penjual es doger, batagor, jajanan pasar bahkan aneka penyetan untuk makan malam tersedia di sepanjang jalan Kaliurang.

3. Kampung Jogokaryan Beberapa tahun terakhir, kampung Jogokaryan menyulap jalan di sepanjang kampung mereka menjadi ‘pasar', kita akan menemukan beraneka macam penjual di sepanjang jalan tersebut. Kampung Jogokaryan ini ada di barat jalan Parang Tritis.

4. Glagah Sari Tidak berbeda dengan kampung Jogokaryan, di saat bulan Ramadhan, daerah Glagah Sari juga menyulap dirinya menjadi pasar dadakan. Dengan daerah yang dipadati oleh mahasiswa, Glagah Sari jelas menjadi tempat ngabuburit pilihan di Jogja.

5. Jalur Gaza Selain di Jogokaryan kegiatan serupa juga di gelar di sepanjang Jalan Nitikan dengan nama "Jalur Gaza" menampilkan berbagai kuliner khas Ramadhan. Istilah Jalur Gaza ini merupakan kependekan dari Jajanan Lauk Sayur Gubuk Ashar Zerba Ada.

6. Masjid Kauman Di sinilah pelopor adanya pasar sore saat Ramadhan di Jogja, letaknya di Jl KH Ahmad Dahlan. Gapura lengkung menghadap selatan merupakan pintu masuk utama. Didekatnya juga ada Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, masjid tertua yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.

7. Argo Dumilah (Bukit Bintang) Biasa kita kenal dengan sebutan Bukit Bintang merupakan tempat ngabuburit yang sangat menarik, walaupun tidak banyak penjual makanan disana, namun kita akan dimanjakan dengan suasana pemandangan yang indah. Dari sana kita bisa melihat kota Yogyakarta. Selain tempat-tempat diatas, juga ada beberapa tempat yang memang asyik untuk ngabuburit, seperti Kebun Binatang Gembira Loka, Alun-alun Utara dan Selatan, gang-gang kampung yang memang sengaja di buat pasar dadakan, dan cafe-cafe. Yuk pilih tempat ngabuburit kalian, sembari menunggu buka puasa juga bersilahturahmi dengan teman-teman.

detail

Taman Pelangi

Taman Pelangi

Haaiii semua??? jangan bingung mau liburan kemana, mending ke Yogyakarta aja.

Larisa Homestay menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat lho. Pluuussss FREE WIFI + BREAKFAST+ BIKE RENT... start from 100K
Tunggu apa lagi langsung reservasi aja, Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Menikmati Kerlap-kerlip Lampion Di Taman Pelangi Monjali, Sleman – Yogyakarta

Menyaksikan aneka replika dan bentuk lampion mempunyai satu keasyikan tersendiri karena kita dapat menikmati warna-warnanya yang indah. Nah, untuk tujuan ini, anda tidak perlu terlalu lama menunggu hingga tahun baru karena anda dapat melihat berbagai macam jenis lampion, dari ukuran besar hingga kecil setiap saat di Taman Pelangi Monjali Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Waktu yang paling tepat untuk bisa menikmati keindahan lampion ini tentu saja di malam hari karena jika hari telah gelap, kerlap-kerlip lampion yang memenuhi langit sekitar Monjali pun makin terasa beda dibandingkan di siang hari. Karena tema utama dari Taman Pelangi Monjali ini adalah festival lampu lampion, maka setiap pengunjung yang datang pun dapat menikmati pesonanya sampai puas di malam hari.

Taman Pelangi Monjali, sebagai salah satu tujuan wisata yang khusus dibuka malam hari ini merupakan yang pertama di Jogjakarta. Jika kebanyakan tempat wisata tutup di sore hari sekitar jam 16.00 atau jam 17.00 WIB, tempat ini justru baru buka dari jam 17.00 – 22.00 WIB untuk hari Senin – Kamis. Sedangkan untuk hari Jum’at – Minggu buka dari jam 17.00 – 23.00 WIB. Semua kalangan dapat menikmati semua fasilitas yang disediakan disini. Baik anak-anak, remaja, orang dewasa maupun orang tua, mereka dapat datang ke Taman Pelangi Monjali dan menyaksikan berbagai jenis lampion yang dipamerkan karena tempat ini memang cocok sebagai tempat rekreasi keluarga.

Nah, saat berada di Taman Pelangi Monjali, apa saja yang dapat anda lihat? Untuk bisa melihat semua lampion, tentu saja anda harus berkeliling dari ujung depan ke ujung belakang. Disana anda akan bertemu dengan berbagai macam tokoh kartun, minatur bangunan, tanaman, hewan, bunga, dan huruf-huruf yang ditata dengan indah dengan lampu-lampunya. Kalau di siang hari, mungkin anda hanya mendapati bentuk lampionnya saja. Namun ketika malam hari, lampion yang tersedia di Taman Pelangi Monjali dilengkapi dengan lampu sehingga akan terlihat berbeda dan ‘nge-jreng’ karena warna dan ukurannya pun bermacam-macam.

Bagaimana Untuk Dapat Menimati Pesona Lampion Di Taman Pelangi Monjali?

Taman Pelangi Monjali ini berada sekitar 8 km dari pusat kota Yogyakarta. Dari tugu Yogyakarta, anda dapat melanjutkan perjalanan ke arah utara, yaitu ke arah Jalan AM Sangaji atau ke arah Jalan Monumen Jogja Kembali. Alamatnya terletak di Jalan Raya Ring Road Utara Jogjakarta. Tiket masuk untuk menyaksikan lampion di Taman Pelangi Monjali adalah Rp10.000 per orang untuk hari Senin – Kamis, dan Rp15.000 per orang untuk hari Jum’at – Minggu. Jika anda pergi bersama rombongan lebih dari 30 orang, maka anda pun akan mendapatkan diskon 20%. Jadi, lebih murah kan?

Taman Pelangi Monjali juga menyediakan berbagai wahana permainan dan kolam pemancingan yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga seperti helicak, perahu dayung, bola air, trampolin, boom-boom car, speed boat, dan masih banyak lagi wahana permainan yang dapat dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Menikmati Germerlapnya Lampion Di Taman Pelangi Monjali

Ketika anda pertama kali masuk ke lokasi Taman Pelangi Monjali saat langit telah gelap, anda akan disambut oleh meriahnya warna-warni lampion yang berada disana. Jumlahnya ratusan, dari ukuran yang mini sampai jumbo, lebar dan besar. Aneka warna, dari merah, kuning, biru, hijau, ungu, coklat, putih dan warna lainnya saling menghiasi lampion sehingga warnanya menjadi lebih menarik.

Bentuk dan replika yang ada disana pun bermacam-macam. Dan saat anda berhasil untuk mengelilingi seluruh area Taman Pelangi Monjali maka anda akan dapat menyaksikan berbagai karakter dan bentuk hewan seperti rajawali, kuda, zebra, ikan, lebah, pinguin, burung, angsa, dan naga. Selain itu, anda juga dapat melihat bentuk bunga mawar dan juga berbagai bentuk bangunan seperti bangunan tugu Yogyakarta, tembok besar China, kereta kuda, bangunan Borobudur, bentuk bintang, bentuk jamur dan masih banyak lagi bentuk lampion lainnya. Ini sungguh suguhan berbagai macam lampion dengan aneka kerlip lampu yang sangat menakjubkan.

Karena tempat wisata malam hari ini merupakan hal baru di Yogyakarta, maka kehadirannya pun mendapatkan apresiasi dari pengunjung yang datang. Mereka pun antusias sebab mereka masih dapat berekreasi dan mengunjungi tempat wisata di malam hari dikarenakan tempat ini justru baru dibuka sore hari dan ditutup hingga jam 11 malam saat akhir pekan. Disini, anda juga dapat mengabadikan semua bentuk dan karakter lampion dengan kamera anda. Warna-warni lampion yang tersedia disini pun akan menambah koleksi foto anda saat berkunjung ke Yogyakarta.

Dan setelah puas berkeliling sambil mengabadikan lampion yang dipamerkan di Taman Pelangi Monjali, pasti anda akan merasa lelah bukan? Jangan khawatir karena tempat ini pun telah mengantisipasinya dengan menyediakan foodcourt yang dapat anda datangi dengan berbagai macam menu, mulai dari menu tradisional hingga menu luar negeri karena Taman Pelangi Monjali dilengkapi oleh hampir 25 stand makanan dan minuman untuk memanjakan para pengunjung.

Dan jika ada membawa bekal dari rumah, anda pun dapat beristirahat di saung dan gazebo yang memang disediakan untuk beristirahat bagi para pengunjung. Bukan hanya itu, untuk menarik minat para pengunjung, pengelola Taman Pelangi Monjali bahkan menata beberapa gerbong kereta mini sebagai tempat makan sehingga suasananya pun semakin unik dan eksotik. Cukup menarik bukan?

Jadi, siapkan saja tenaga dan juga penuhi baterai kamera agar dapat mengabadikan kunjungan anda di Taman Pelangi Monjali. Selamat berlibur.

detail

Museum Batik

Museum Batik

Pagi... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda 

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

  Museum Batik Yogyakarta adalah museum non pemerintah yang berdiri atas inisiatif Hadi Nugroho dan istrinya, Dewi Sukaningsih, didukung oleh para sahabat dan keluarga besar mereka. Hadi Nugroho gelisah melihat perubahan batik, pada tahun 1960an, terutama setelah gempuran teknik printing dalam industri tekstil yang memangkas banyak kaidah dalam seni membatik.

Setelah diresmikan oleh Dinas P dan K pada tahun 1979, Museum Batik Yogyakarta resmi mendapatkan nomer induk museum, 09/I.13.XVI/II.2/77/01 pada tahun 2001. Akte Museum Batik Yogyakarta tercatat nomer 22 yang dikeluarkan pada tahun 1977 dan diperbaharui pada tahun 2014.
Museum Batik Yogyakarta, sejak diberdirikannya, mempunyai visi dan misi untuk melestarikan teknik dan pengetahuan tentang batik, serta mendokumentasikan motif-motif batik yang ada.


Museum Batik Yogyakarta dibuka untuk umum sebagai pengabdian masyarakat dan sebagai tempat informasi dan konsultasi mengenai batik. Museum Batik Yogyakarta terbuka pada kesempatan kerja sama dan itikad baik untuk memajukan dan melestarikan batik.
Dengan ditetapkannya batik sebagai warisan kultural dunia oleh UNESCO pada 2001 dan diangkatnya kota Yogyakarta sebagai Kota Batik oleh WCC tahun 2014, Museum Batik Yogyakarta mendukung upaya-upaya preservasi batik yang otentik.


Selain berkonsentrasi pada koleksi, Museum Batik Yogyakarta juga mengembangkan klinik perawatan dan konservasi batik yang merekam jejak langkah proses batik dan ragam motifnya. Ragam motif yang dimiliki oleh Museum Batik Yogyakarta adalah Jawa Tengahan (Yogyakarta dan Solo), pasisiran (Semarang, Demak, Pekalongan dan Kedungwuni, Cirebon dan Lasem), Madura, mBayat-Klaten, Kebumen, Kulon Progo, Imogiri, dan beberapa daerah lainnya. Sejarah batik, kurang lebih seperti yang dilansir oleh Wikipedia [link], menjelaskan bagaimana rentang waktu dapat membuat corak dan motif batik menjadi berkembang. Batik selalu lekat dengan filosofi yang reflektif dalam dimensi keseharian manusia. Oleh karenanya, secanggih apapun teknologi tekstil saat ini, budaya batik tetap menjadi tak tergantikan. Selain dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan, pewarnaan alami menciptakan warna-warna yang unik dan khas pada tiap lembarnya, karena pada setiap proses pencelupan warna, komposisi warna dapat berubah seiring proses oksidasi dan kimia yang alamiah. Setiap pengrajin batik pun pada akhirnya akan mempunyai otentitasnya yang tidak dapat ditiru.

detail

Museum Affandi

Museum Affandi

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 110rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Museum Affandi yang terletak di pinggir sungai Gajah Wong, atau di Jalan Laksda Adisucipto Nomor 167 Yogyakarta (Jalan Solo Km 5,1) adalah museum yang menyimpan hasil karya pelukis affandi Museum ini menempati lahan seluas 3.500 m2 yang terdiri atas bangunan museum yang terdiri dari empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti tempat pembelian tiket, dua studio, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya Rumah Affandi ini mempunyai atap berbentuk daun pisang, dan terdiri dari dua lantai dengan lantai bawah untuk ruang tamu dan garasi sedangkan lantai atas yang sebagai kamar pribadi Affandi. Sekarang rumah ini berfungsi menjadi Café Loteng yang dapat dikunjungi pengunjung. Pembangunannya dilakukan secara bertahap serta dirancang sendiri oleh Affandi.

Selain 300 karya lukisan Affandi sendiri, dalam museum ini juga tersimpan lukisan dari para pelukis Indonesia lainnya, antara lain: Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, dan Muchtar Apin. Selain itu terdapat patung karya Amrus Natalsya, dan cukil kayu poles karya keluarga Tjokot

Awal mula museum ini adalah Galeri I yang dirancang sendiri oleh Affandi dengan biaya hasil penjualan lukisan-lukisannya.Pembangunan Galeri I ini selesai pada tahun 1962 dan diresmikan pada tahun 1974 oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum. Pembangunan Galeri II dilakukan dengan bantuan dari pemerintahan Indonesia melalui kunjungan presiden Soeharto. Pembangunan dimulai pada tahun 1987 dan diresmikan pada 9 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hasan. Galeri III dibangun oleh Yayasan Affandi pada tahun 1999, pada Mei tahun 2000 diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sedangkan Galeri IV dibangun pada tahun 2002 guna memamerkan lukisan-lukisan keluarga Affandi.

Mengunjungi Museum Affandi yang terletak di Jalan Raya Yogyakarta-Solo, atau tepatnya tepi barat Sungai Gajah Wong, memberi kesempatan bagi anda untuk menjejaki seluruh bagian berarti dari kehidupan Affandi. Anda bisa melihat karya-karya agung semasa sang maestro hidup, karya para pelukis lain yang ditampungnya, alat transportasi yang dipakainya dahulu, rumah yang ditinggali hingga sebuah sanggar yang kini dipakai untuk membina bakat melukis anak.

Kompleks museum terdiri dari 3 buah galeri dengan galeri I sebagai tempat pembelian tiket dan permulaan tur. Galeri I yang dibuka secara pribadi oleh affandi sejak tahun 1962 dan diresmikan tahun 1974 ini memuat sejumlah lukisan Affandi dari awal berkarya hingga masa akhir hidupnya. Lukisan yang umumnya berupa lukisan sktesa dan karya reproduksi ini ditempatkan dalam 2 larik atas bawah dan memanjang memenuhi ruangan berbentuk lengkung.

Masih di Galeri I, anda bisa melihat sejumlah barang berharga semasa Affandi hidup. Di ujung ruangan, anda bisa melihat mobil Colt Gallan tahun 1976 yang berwarna kuning kehijauan yang dimodifikasi sehingga menyerupai bentuk ikan, juga sebuah sepeda onthel kuno yang tampak mengkilap sebagai alat transportasi. Anda juga bisa melihat reproduksi patung karyanya berupa potret diri bersama putrinya, Kartika.

Menuju Galeri II, anda bisa melihat sejumlah lukisan para pelukis, baik pemula maupun senior, yang ditampungnya dalam museum. Galeri yang diresmikan tahun 1988 ini terdiri dari dua lantai dengan lukisan yang dapat dilihat dari sudut pandang berbeda. Lantai pertama banyak berisi lukisan-lukisan yang bersifat abstrak, sementara lantai 2 memuat lukisan dengan corak realis namun memiliki ketegasan.

Galeri III yang menjadi tujuan selanjutnya merupakan bangunan berbentuk garis melengkung dengan atap membentuk pelepah daun pisang. Bisa dikatakan, galeri berlantai 3 ini multifungsi, lantai pertama berfungsi sebagai ruang pameran sekaligus lokasi "Sanggar Gajah Wong" tempat bagi anak-anak untuk mengasah bakat melukis, lantai kedua sebagai ruang perawatan dan perbaikan lukisan, sementara lantai bawah tanah sebagai tempat menyimpan koleksi lukisan.

Tak jauh dari Galeri III, terdapat sebuah menara yang bisa digunakan sebagai tempat melihat pemandangan. Anda bisa melihat panorama seluruh bagian museum, Sungai Gajahwong hingga hiruk pikuk jalan raya. Turun dan berjalan ke barat dari menara itu, anda bisa melihat rumah berarsitektur unik yang digunakan Affandi sebagai tempat tinggal bersama istri dan anak.

Rumah tersebut dibangun dengan konsep rumah panggung dengan tiang penyangga utama berbahan beton dan tiang lain berbahan kayu. Atap rumah berbahan sirap yang berbentuk pelepah daun pisang dan bangunannya berbentuk lengkung. Lantai bawah rumah ini kini dipakai sebagai lokasi Kafe Loteng, tempat penjuualan makanan dan minuman bagi para pengunjung, sementara laintai atas rumah merupakan kamar pribadi Affandi.

Di sebelah kiri rumah, terdapat sebuah gerobak yang kini berfungsi sebagai mushola. Gerobak tersebut merupakan salah satu elemen pelengkap kompleks rumah Affandi yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan istri Affandi, Maryati. Semula, Maryati menginginkan adanya sebuah caravan yang banyak digunakan sebagai tempat tinggal berpindah bagi orang Amerika. Affandi menyetujui konsep bangunan itu, namun dengan wujud yang lebih meng-Indonesia, yaitu gerobak.

Sebelum pulang, anda bisa singgah di rumah abadi sang maestro yang wafat 23 Mei 1990, berada di antara Galeri I dan II. Rumah abadi Affandi tersebut berdampingan dengan rumah abadi milik sang istri. Halaman rumah abadi tersebut dihiasi oleh rimbunan pohon mawar.

detail

Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Museum Sonobudoyo dulu adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Yayasan ini berdiri di Surakarta pada tahun 1919 bernama Java Instituut. Dalam keputusan Konggres tahun 1924 Java Instituut akan mendirikan sebuah museum di Yogyakarta. Pada tahun 1929 pengumpulan data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia Perencana Pendirian Museum dibentuk pada tahun 1931 dengan anggota antara lain: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, Koeperberg. 

Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” tanah hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi. Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu wage pada tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala “Kayu Winayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6  Nopember 1935 tahun Masehi. Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran). Di jaman Kemerdekaan kemudian dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang-undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah. Museum Sonobudoyo mulai Januari 2001 bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SK Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember tentang TU – Poksi.
 
Museum Negeri Sonobudoyo ini tersimpan 10 Jenis Koleksi :
  1. Jenis Koleksi Geologika
  2. Jenis Koleksi Biologika
  3. Jenis Koleksi Ethnografika
  4. Jenis Koeksi Arkeologi
  5. Jenis Koleksi Numismatika/ Heraldika
  6. Jenis Koleksi Historika
  7. Jenis Koleksi Filologika
  8. Jenis Koeksi Keramologika
  9. Jenis Koleksi Senirupa
  10. Jenis Koleksi Teknologika

Mengunjungi Museum Sonobudoyo adalah salah satu alternatif bila ingin melihat beragam koleksi keris dari penjuru nusantara dan benda-benda yang berkaitan dengannya. Museum yang menyimpan sekitar 1200-an koleksi keris (sebagian besar merupakan sumbangan Java Institut) ini akan mengobati kekecewaan anda, sebab Kraton Yogyakarta yang menyimpan keris-keris pusaka hingga kini tak memperbolehkan pengunjung menikmati koleksinya.

Museum Sonobudoyo dapat dijangkau dengan mudah dari Kraton Yogyakarta, berada di seberang Alun Alun Utara Yogyakarta. Untuk memasukinya, anda hanya perlu membayar tiket seharga Rp 3.000,00. Sementara, untuk melihat beragam koleksi keris, prosedurnya cukup sulit karena mesti meminta ijin pada pimpinan museum. Hal itu disebabkan karena banyak koleksi keris masih disimpan di ruang koleksi, belum ditampilkan untuk umum.

Benda pertama yang akan dijumpai berkaitan dengan keris adalah wesi budha, merupakan bahan baku pembuatan keris yang digunakan sekitar tahun 700-an Masehi, atau di jaman kejayaan Kerajaan Mataram Hindu. Wesi Budha tersebut bisa dilihat du ruangan tengah yang menyimpan sejumlah koleksi dari kejayaan peradaban Budha di Indonesia. Bersama wesi budha, tersimpan pula beragam peralatan rumah tangga, persenjataan dan kerajinan dari masa yang sama.

Masuk lebih ke dalam, anda bisa melihat beberapa koleksi keris, meski dalam jumlah yang relatif terbatas. Beberapa keris yang dipasang merupakan keris lurus, keris luk (secara sederhana merupakan tonjolan yang ada di sisi kanan dan kiri keris) 7, keris luk 11 dan keris luk 13. Umumnya, keris yang disimpan pada ruangan pameran yang bisa dilihat umum ini merupakan keris dari Jawa. Bersama koleksi keris itu, disimpan pula kain batik dengan beragam motif.

detail

Agrowisata Salak Pondoh

Agrowisata Salak Pondoh

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Agrowisata Salak Pondoh – Mencicipi Asam Manis Salak Pondoh Langsung Dari Kebun, Sleman – Yogyakarta

Apakah anda termasuk penggemar buah salak? Jika iya, nama salak pondoh tentuk tidak asing lagi di telinga anda bukan? Nah, di Sleman ada satu kebun yang memang dipersiapkan sebagai tempat agrowisata untuk para pengunjung. Disini, anda akan bisa berkeliling dari tempat asal salak pondoh, yaitu di Sleman.

Sebenarnya, pondoh ini bukanlah nama sebuah daerah. Tetapi kata atau bahasa ‘pondoh’ memang digunakan oleh penduduk setempat untuk calon manggar atau mayang kelapa. Salak yang berasal dari daerah ini dinamai demikian karena rasanya manis tetapi tidak sepat seperti halnya rasa calon mayang kelapa.

Salak pondoh yang cukup dikenal ini berasal dari daerah Turi, Pakem Sleman, tepatnya disebelah utara kota Yogyakarta. Di Turi, hampir sebagian besar penduduknya mempunyai kebun salak sendiri, baik ukuran kebun kecil atau pun dengan ukuran kebun luas. Dan pada musim buah tiba, banyak sekali pedagang buah yang menjajakan salak pondoh di sepanjang jalan area ini.

Bagaimana Untuk Dapat Sampai Ke Agrowisata Salak Pondoh?

Agrowisata salak pondoh ini terletak di Kampung Gadung, Desa Bangunkerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman atau sekitar ± 25 km ke arah utara Yogyakarta. Selain itu, kawasan agrowisata ini juga dapat ditempuh melalui jalan tembus Magelang – Solo di sisi utara Yogyakarta, yaitu jalan yang sama digunakan dimana ada rumah makan ‘Boyong Kalegan’.

Jika ditempuh dari arah Pakem, Jalan Kaliurang, maka lokasi Agrowisata Salak Pondoh ini berada setelah Kecamatan Turi. Tetapi, jika dijangkau dari arah Tempel, Jalan Yogyakarta – Magelang, maka jaraknya sekitar 5 km dari Tempel, sebelum Kecamatan Turi. Untuk lebih mudahnya, anda dapat mengikuti petunjuk yang banyak dipasang di sepanjang jalan bila ingin datang ke kawasan agrowisata dengan jalan beraspal menuju ke arah utara hingga tiba di pintu masuk Taman Agrowisata.

Dan jika anda naik bus, anda dapat menaiki bus jurusan Yogyakarta – Magelang. Setelah itu, anda turun di RSU Murangan atau di depan SLTP 2 Sleman. Dari sana, anda dapat naik angutan umum biasa jurusan argowisata dan anda dapat turun langsung di depan desa wisata salak pondoh.

Taman Agrowista Salak Pondoh ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, kolam rekreasi, kolam pemancingan, taman bunga, taman bermain, tempat pertemuan, jalan setapak ke kebun salak pondoh dan kios penjualan salak, dan juga sepeda air. Namun, fasilitas yang ada disana kurang terawat dengan baik sehingga banyak yang sudah usang dan lapuk.

Menikmati Rimbunnya Kawasan Agrowisata Salak Pondoh
Luas Agrowisata Salak Pondoh sekitar 27 hektar dan tempat ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB dengan tiket masuk Rp3.000 per orang. Tetapi, jika anda membutuhkan pemandu, anda harus membayar Rp10.000. Untuk dapat masuk ke tempat ini, tiap rombongan pengunjung minimal 2 orang dan mereka akan ditemani oleh pemandu. Didalam kebun, pemandu akan menjelaskan tentang salak pondoh.

Saat anda berada di dalam kebun salak pondoh, anda dapat memetik dan makan buah salak. Hanya saja, setiap orang hanya boleh memetik lima buah saja untuk dimakan ditempat dan tidak boleh dibawa ke luar kebun salak. Dan disaat anda menikmati salak pondoh yang ada di mulut, anda dapat mendengarkan apa yang dikatakan oleh pemandu tentang segala sesuatu tentang salak pondoh.

Di Argowisata Salak Pondoh ini terdapat dua macam salak, yaitu salak pondoh super dan salak pondoh hitam. Salak pondoh super ini mempunyai bagian daging buah berwarna putih dan rasanya pun manis. Sedangkan salak pondoh hitam ini dikenali dari kulitnya yang berwarna coklat kehitam-hitaman dan lebih sering kita dilihat di toko buah. Salak super sendiri merupakan varietas baru yang lebih unggul. Dan dibandingan dengan salak pondoh biasa, rasanya jauh lebih enak dan perawatan pohon yang harus dilakukan oleh para petani salak pun jauh lebih mudah.

Saat mendengarkan penjelasan dari pemandu, anda akan semakin tahu bahwa salak juga mempunyai jenis kelamin, yaitu kelamin jantan dan betina yang nantinya berfungsi untuk menghasilkan benang sari. Benang sari ini akan digunakan untuk membuahi pohon salak pondoh betina dan biasanya, satu pohon jantan ini dapat menyerbuki lima belas salak pondoh betina.

Nah, apakah anda tahu bagaimana cara memetik buah salak yang benar? Caranya adalah dengan dipuntir secara perlahan, dan bukannya ditarik dengan kasar. Jika anda menarik buah salak, maka kulit yang berada diujung salak nanti akan terbuka dan ini dapat membuat buah salak menjadi cepat busuk. Dan jika anda memetiknya dengan cara yang benar (yaitu dipuntir), maka buah salak akan dapat disimpan lama dan tidak akan cepat membusuk.

Hanya saja, Agrowisata Salak Pondoh ini menawarkan wisata kebun saja dan tidak menjual salak. Jadi, bila anda ingin membawa oleh-oleh berupa salak dari Sleman, anda dapat membelinya di sepanjang jalan yang ada di kawasan agrowisata ini. Berbuahnya pohon salak tidak mengenal musim, jadi anda tidak perlu khawatir tidak mendapatkan buah ini.

Tips Saat Berkunjung Ke Argowisata Salak Pondoh

Jika anda tidak ingin kecewa, ada bulan baik untuk berkunjung ke Argowisata Salak Pondoh, yaitu pada bulan Mei – Juni dan bulan November – Desember. Bila anda datang kesana diluar bulan tersebut, maka buahnya berukuran kecil-kecil dan jarang.

Dan jika anda ingin membawa oleh-oleh berupa salak pondoh, anda harus memastikan bahwa salak yang akan anda bawa tidak akan busuk selama perjalanan. Jadi, saat membeli pilihlah salak yang masih ada tandannya. Selain itu, salak jangan langsung dimasukkan ke dalam tempat yang tertutup rapat karena dapat busuk dengan cepat. Anda dapat meminta keranjang yang terbuat dari anyaman bambu untuk menghindari pembusukan selama perjalanan.

Nah, apakah anda tertarik? Datang saja ke Agrowisata Salak Pondoh di Sleman ini. Anda dapat mencicipi segarnya buah salak pondoh yang menjadi salah satu ikon kota Sleman Yogyakarta dan juga berkeliling kebun yang luas. Selamat berlibur.

detail

Wisata Lahar Merapi

Wisata Lahar Merapi

Pagi... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Letusan Gunung Merapi pada 2010 merupakan yang terbesar dalam kurung waktu 140 tahun. Aktivitasnya dimulai pada akhir September 2010 dan menyebabkan letusan puncak pada hari Selasa, 26 Oktober 2010, yang menewaskan sedikitnya 165 orang, termasuk sang juru kunci Mbah Maridjan.

Saat itu, karakter letusan Merapi eksplosif vertikal dengan ketinggian awan panas mencapai 7,5 km. Akibat pengaruh angin, awan panas meluncur turun dan menghanguskan wilayah-wilayah yang ada di bawahnya dalam radius 20 km.

Tiga tahun berselang, kawasan terdampak erupsi Merapi telah dibenahi, meski belum sepenuhnya. Banyak puing bangunan yang masih teronggok di tempatnya. Namun yang paling penting dari itu semua, para korban selamat telah menempati hunian baru di kawasan relokasi bencana yang jauh dari zona bahaya.

Secara perlahan, geliat perekonomian warga di kawasan Merapi pun mulai bangkit. Warga menciptakan berbagai inisiatif usaha yang dapat memberikan penghasilan. Banyak diantaranya yang mendirikan warung sederhana yang menjual camilan dan minuman khas Yogyakarta.

Warung-warung sederhana ini mendukung objek wisata baru yang tercipta pascaerupsi, salah satunya Wisata Lahar Merapi atau juga dikenal dengan Lava Tour yang menawarkan pengalaman layaknya aktivitas off road. Wisatawan dapat menelusuri bekas lokasi-lokasi yang tersapu awan panas dengan menunggang jip yang dikemudikan oleh pemandu.

Ada perasaan haru melihat rumah-rumah yang menjadi korban erupsi Merapi. Apalagi mencoba membayangkan detik-detik saat letusan terjadi dan awan panas meluncur turun. Awan bersuhu 400°C menyapu habis desa-desa di bawahnya.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Kawasan Batu Alien, sebuah batu berukuran besar yang dipercaya terlontar dari kawah Gunung Merapi sejauh 5 Km. Memasuki lokasi, Anda akan disambut oleh gerbang mini “berhiaskan” tulang belulang hewan yang turut menjadi korban, mulai dari anjing, sapi, kambing, dan kerbau.

Dinamakan Batu Alien sebab warga sekitar menganggap bentuk batu ini menyerupai wajah alien. “Ini bagian mata, hidung, dan telinga,” ujar salah seorang warga sambil menunjuk ke arah cekungan batu yang ada. Jika dilihat dari sudut tertentu, memang batu tersebut sedikit menyerupai bentuk “alien” yang sering kita lihat di televisi. Namun tak sedikit pula pengunjung yang gagal melihat penampakan makhluk asing pada batu tersebut.

Usai menyambangi “alien”, pemandu mengajak para penumpang untuk mencicipi wedang gedang, minuman khas lereng Merapi. Meski udara saat itu cukup panas, minuman yang satu ini rasanya menyegarkan. Hangat, namun tak sepanas wedang jahe.

Wedang terbuat dari dari seduhan cengkeh, kayu manis, gula merah, pandan, dan pisang kepok yang dipotong dadu.

Lokasi yang tak kalah menarik yang juga disinggahi adalah Museum Sisa Hartaku. Ada sedikit perasaan miris saat memasuki museum, yang lebih tepatnya rumah berisi sisa-sisa harta yang hangus tersapu awan panas.

detail

Kerajinan Perak Kotagede

Kerajinan Perak Kotagede

Welcome Yogyakarta ^^
http://www.larisahomestay.com/

Larisa Homestay adalah homestay sederhana yang terletak di Desa Kadirojo, Sambisari Sleman, Yogyakarta. Dekat Candi Sambisari dan Bandara Adisutjipto.

Menawarkan suasana pedesaan, santai, dan cukup tempat . Di pagi hari, menikmati udara segar disertai oleh suara ayam berkokok dan kicau burung.

Jogging di sekitar candi Sambisari dan sekalian menikmati Saoto Bathok (makanan tradisional jogja) di tengah sawah hijau menyajikan anda pengalaman yang tak terlupakan di Yogyakarta.


Ayo tunggu apalagi, langsung hub 0898-6775346


- Rencanakan libuaran Anda seindah mungkin bersama kami -

Selain bangunan-bangunan dan  tempat bersejarah peninggalan Kerajaan Matram Islam yang dapat anda kunjungi, dapat juga dilihat peninggalan sejarah lainnya yang sampai sekarang masih dipertahankan misalnya seni pembuatan kerajinan perak.

Sebenarnya kerajinan perak ini telah dilakukan turun temurun sejak dahulu dan berawal dari pemenuhan kebutuhan akan perhiasan atau perlengkapan lainnya bagi Raja dan Kraton serta kerabat-kerabatnya. Lokasi perajin perak ada di hampir setiap sudut Kotagede dari pasar kotagede hingga Masjid Agung dan bekas Istana Mataram Islam. Dan hampir sepanjang jalan Kotagede terdapat puluhan toko, perajin maupun koperasi kerajinan perak.

Seni kerajinan perak Kotagede muncul bersamaan dengan berdirinya kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, Beliau memerintahkan abdi dalem kriya untuk membuat perhiasan dari emas dan perak. Terutama pada masa pemerintahan Sultan Hamenku Buwono VIII, Beliau sangat terpikat dengan keindahan kerajinan logam ini kemudian memerintahkan abdi dalem kriya untuk meneruskan dan mengmbangkan seni kerajinan logam tersebut.

Keindahan seni kerajinan logam ini, khususnya kerajinan perak Kotagede, tersbar hingga ke mancanegara, hingga suatu saat seorang pedagang dari Belanda datang ke Kotagede untuk memesan barang-barang yang terbuat dari perak. Barang-barang tersebut berupa benda-benda keperluan rumah tangga orang Eropa seperti tempat lilin, perabot makan dan minum serta perhiasan gaya Eropa dengan motif tradisional Kotagede.

Sejak saat itulah pesanan barang-barang perak terus meningkat, sehingga Pemerintah Hindia Belanda mendirikan suatu lembaga khusus guna menjaga dan meningkatkan kualitas teknik pembuatan kerajinan perak dan pengembangan pemasarannya. Lembaga ini bernama "Stichting Beverding van het Yogyakarta Kent ambacht".

 

Pada tahun 1930-1940an banyak bermunculan perusahaan-perusahaan kerajinan perak. Masing-masing perusahaan berusaha meningkatkan kualitas produknya dan menciptakan motif-motif baru. Pada masa inilah kerajinan perak Kotagede benar-benar mengalami masa jaya. Selain unsur historisnya yang telah membuktikan keberadaan dan keunggulannya, kerajinan perak Kotagede lebih variatif dengan menonjolkan nilai artistik yang sangat tinggi dengan ciri khas benang yang lembut.

Kebanyakan ornamen kerajinan perak Kotagede bercorak motif tumbuh-tumbuhan, seperti motif daun dan bunga teratai. Ciri khas yang tetap dipertahankan adalah pengerjaan barang kerajinan secara manual, karena sejak jaman dulu sampai sekarang tetap mengandalkan ketrampilan tangan. Baik kerajinan perak lempengan atau kerajinan perak filigri (seutas kawat perak tipis dipilih satu persatu dan dirangkai sedemikian rupa untuk memperoleh bentuk yang dikehendaki) dikerjakan dengan penuh ketelitian. Sebagian lagi memerlukan proses yang berbeda, misalnya dengan melalui proses pembakaran utntuk memperoleh perak bakar yang juga banyak digemari.

detail

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Yukk bagi anda yang ingin mendaftarkan di universitas yang berada dijogja, atau mau keliling di universitas terbaik dijogja kamu bisa stay dulu disini.

Kami Larisa Homestay menyediakan kamar dengan harga mulai 110K

Universitas Gadjah Mada,disingkat UGM, merupakan universitas negeri di Indonesiai yang didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1949 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1949 tentang Peraturan Tentang Penggabungan Perguruan Tinggi Menjadi Universiteit tanggal 16 Desember 1949. Kampus UGM yang terletak di Yogyakarta tersebut merupakan universitas pertama yang didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia setelah Indonesia merdeka.

Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan dua Sekolah yaitu Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana (dahulu bernama Program Pascasarjana), dan lebih dari 100 Program Studi untuk S-2,S-3, dan Spesialis. Universitas Gadjah Mada berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Akhirnya tanggal 19 Desember 1949, lahirlah Universitas Gadjah Mada dengan enam fakultas. Menurut Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949, keenam fakultas tersebut adalah:

  1. Fakultas Teknik (di dalamnya termasuk Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti);
  2. Fakultas Kedokteran, yang di dalamnya termasuk bagian Farmasi, bagian Kedokteran Gigi dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan limu Hayat;
  3. Fakultas Pertanian di dalamya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan;
  4. Fakultas Kedokteran Hewan;
  5. Fakultas Hukum, yang di dalamnya termasuk Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara, Ekonomi dan Sosiologi;
  6. Fakultas Sastra dan Filsafat, yang di dalamnya termasuk Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.
detail

Cupuwatu Resto

Cupuwatu Resto

Sore... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Sudah pernah menyicipi burung naturalisasi di Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja? Mendengar pemain bola yang dinaturalisasi sepertinya sudah cukup mainstream di Indonesia, tapi bagaimana dengan burung yang naturalisasi? sudah pernah dengar?

Burung naturalisasi asal Prancis ini tergolong besar dan nikmatnya tahan lama. Mencicipinya membuat kamu tidak ingin kelewatan nikmatnya hingga jilatan terakhir pada rasa yang menempel di ujung jari, yummi!. Burung Prancis ini memiliki nama asli Franch Quail. Setelah dinaturalisasi, Franch Quail memiliki nama lokal Manuk Londo. Dinamakan manuk londo karena memang asalnya dari barat (bule).


Di Yogyakarta, Manuk londo hanya bisa ditemukan di Cupuwatu resto yang terletak di komplek Grand Cupuwatu Jl Solo KM. 11,8 Kalasan, Yogyakarta. Jika kalian dari arah Jogja menuju Klaten, resto Cupuwatu berada di sisi utara atau kiri jalan.


  Manuk Londomerupakan ayam naturalisasi karena telah dikembangbiakan di Yogyakarta oleh PT. Peksi Gunaraharja yang merupakan Group Perusahaan dari PT. Cupuwatu Kaya Rasa atau Cupuwatu Resto. Meski merupakan unggas yang nenek moyangnya berasal dari luar negeri, kalian tidak perlu khawatir. Burung naturalisasi Cupuwatu resto ini sudah melalui tahap-tahap yang sesuai prosedur untuk sertifikasi HALAL dari proses penetasan telur, pakan hingga pengolahan menjadi menu-menu yang lezat ditangani secara professional.

Menu Utama Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja

Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja memanjakan konsumennya dengan delapan varian manuk londo andalan, antara lain :


1. Malon BBQ : menu ini memiliki cita rasa yang manis seperti madu. Merupakan salah satu menu favorit pengunjung cupuwatu resto. Dengan tambahan saos sambal yang tidak cukup pedas namun lebih pada kental dan manis, membuat sensasi makan menggunakan tangan jadi lebih nikmat. Dengan makan menggunakan tangan, kamu akan menemukan rasa manis yang sebenarnya pada jari manis kamu. Harga untuk satu porsi Malon BBQ Rp. 27.500

2. Malon bumbu kuning memiliki rasa yang guri sampe ke tulang-tulang, membuat kamu enggan untuk menyisakan potongan tolang utuh di piring. Harga untuk satu porsi Malon bumbu kuning Rp. 27.500.

3. Malon ala peking memiliki sensasi daging yang wangi dan lembut. Harga untuk satu porsi Malon bumbu kuning Rp. 27.500


4. Malon bakar klaten, bukan manuk londo yang di bakar atau di olah di Klaten kemudian disajikan di Cupuwatu resto. Pengolahannya tetap dilakukan oleh tangan-tangan profesional di Cupuwatu resto. Malon bakar klaten yang dijual dengan harga Rp. 27.500 per porsi ini memiliki cita rasa yang tradisional.


5. Mie malon memiliki sensasi yang seger di sepanjang mie nya. Satu porsi mie malon dijual dengan harga Rp. 23.500.


6. Malon Halilintar ini merupakan menu dari Cupuwatu resto untuk memanjakan para pecinta kuliner pedas. Dari nama nya sudah terasa sensasi pedas yang WOW. Penasaran dengan tingkat kepedasannya, sebaiknya kalian langsung mencoba karena level kepedasan setiap orang berbeda. Satu porsi malon halilintar ini harganya Rp. 27.500.

7. Gudeg malon, merupakan special di Cupuwatu resto dengan rasa manis yang lebih guri. Pada dasarnya sama dengan kuliner khas Yogyakarta, letak perbedaannya ada pada burung naturalisasi sebagai salah satu lauknya. Satu porsi gudeg malon harganya Rp. 35.000.

8. Gudeg Kendil Malon, salah satu menu kuliner Jogja yang ada di Cupuwatu yang tahan sampe 48 jam. Menu ini cocok sebagai oleh-oleh. Satu harga Gudeg kendil malon dijual dengan harga Rp. 110.000

Pada dasarnya proses memasak malon sama seperti unggas laiinya namun waktunya agak lebih lama. Manuk londo diungkep terlebih dahulu kemudian diolah selanjutnya agar lebih empuk dan bumbu nya semakin menyatu dengan daging, bahkan hingga ke tulang-tulang.

  Manuk londomemiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding bebek namun kandungan kolesterolnya lebih rendah dari bebek. Fakta ini didapatkan dari hasil penelitian Laboratorium Pangan Hasil Ternak, Fakultas Peternakan UGM pada tahun 2012.

detail

Rumah Makan Bale Bengong Jogja

Rumah Makan Bale Bengong Jogja

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 110rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

 

Kalau penggemar wisata kuliner makan seafood di pinggir pantai, itu sudah biasa. Tapi, bagaimana kalau makan seafood di tengah hamparan sawah? Itu baru luar biasa. Menikmati tenangnya suasana sawah dan menikmati seafood ala Bale Bengong bisa menjadi destinasi wisata kuliner selanjutnya, lho.

Bale Bengong merupakan resto bergaya Bali yang menyajikan seafood "di tengah" hamparan sawah. Bale Bengong dalam bahasa Bali berarti gazebo yang dikelilingi taman dan biasanya masyarakat Bali menggunakannya untuk bersantai. Lokasi resto ini berada di Jln. Solo KM 12 (Belakang Pom Bensin) Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Meskipun, lokasi resto ini agak masuk ke dalam pengunjung tidak akan sulit mencarinya karena di pinggir jalan terpampang papan petunjuk Bale Bengong yang besar.

Untuk pilihan menu Bale Bengong menyediakan menu reguler dengan pilihan berbagai jenis ikan, udang, cumi, kepiting, dan sayuran sebagai pelengkapnya. Dan, masakan udang bakar bambu di sini sudah menjadi primadona di kalangan pengunjung. Udang galah berukuran kecil dibakar di dalam tabung bambu lengkap dengan tumisan bumbu-bumbu yang dicampur dengan sedikit air. Hasilnya, masakan ini lebih mirip dengan udang kukus tapi aroma bambu dan daun pisang yang menerobos masuk ke dalam hidung mampu menggoda lidah untuk mencicipi langsung makanan ini. Kuahnya yang mirip sup juga terasa sangat segar dan gurih. Walaupun, membakarnya di dalam tabung daging udangnya matang dengan sempurna. Dagingnya terasa manis dan sedikit gurih, pokonya mantap dan lezat. Selain itu, juga ada cumi goreng tepungnya yang renyah dan menambah suasana makan menjadi semakin nikmat.

Kalau sudah tepat memilih makanan, sebaiknya minuman yang kita pilih juga harus tepat. Mimosa lime squash, bisa menjadi alternatif pilihan bila ingin membuat mata melotot dan segar. Untuk kisaran harga, Bale Bengong termasuk resto yang bersahabat dengan kaum traveller. Mereka membandrol harga makanan mulai dari Rp4.000,00 sampai Rp52.500,00 sedangkan untuk minuman cukup dengan harga Rp3.000,00 sampai Rp17.500,00.

Jangan salah, resto ini juga menyediakan menu paket family mulai dari harga Rp124.500,00 sampai Rp205.000,00. Jika datang beramai-ramai bersama teman atau keluarga, resto ini juga menyediakan menu paket group (untuk 10 orang) dengan kisaran harga Rp350.000,00 sampai Rp550.000,00. Bale Bengong juga menyediakan menu paket 50 pax untuk acara-acara tertentu, dengan harga dari Rp1.750.000,00 sampai Rp2.500.000,00.

Kalau penasaran dengan sensai berbeda yang ditawarkan oleh Bale Bengong, datanglah ketika padi sedang menghijau dan rasakan suasana pemandangan yang indah dan sejuk. kalau masalah fasilitas, resto yang satu ini sangat baik menjamu para pengunjungnya. Bale Bengong menyediakan 7 romantic gazebo, 2 large restaurant area, vvip, free hot spot, dan juga delivery service. 

Bukan hanya memanjakan lidah tapi mata juga ikut menikmati rasa yang ditawarkan oleh Bale Bengong. Penasaran bagaimana sensasinya? Resto ini memiliki jam buka mulai pukul 11.00 WIB-22.00 WIB.

detail

Curug Indah Tegalrejo, Gunung Kidul.

Curug Indah Tegalrejo, Gunung Kidul.

Pagi... Liburan ke Jogja Hemat Ga Bikin Kantong Jebol! stay at Larisa Homestay saja 2.8km dari bandara akses kemana mana mudah Free WIFI, Breakfast, Sepeda

Open slot buat Idul Fitri Booking sekarang harga lebih murah!
Kalo dadakan sudah 2x lipat bpk/ibu/kakak/adik/om/tante

Cek review kita di www.larisahomestay.com Book now!

Apa kabar pemirsa? Mau jalan-jalan kemana weekend kali ini? Beberapa waktu lalu mimin baca-baca blog kan, liat ada tempat wisata murah yang cukup menarik untuk dikunjungi. Dan tempat itu adalah... jreng jreng jrengg... Air terjun Curug Indah Tegalrejo. Objek wisata alam ini terletak di perbatasan Klaten-Gunungkidul, tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Bagaimana perjalanan mimin kali ini? Yuk cekidottt....

Traveling tidak harus mahal dan ke tempat yang jauh. Untuk kamu yang tinggal di Jogja dan sekitarnya dan ingin mencari tempat piknik yang asyik namun murah meriah, Curug Indah Tegalrejo bisa menjadi salah satu destinasi pilihan

Curug Indah Tegalrejo merupakan sebuah curug alias air terjun yang berada di kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul. Meski secara administratif masuk propinsi DIY, namun lokasi air terjun ini lebih dekat dengan kecamatan Bayat yang ada di kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Lokasi Curug Indah Tegalrejo berada di alam terbuka sehingga suasana di tempat ini terasa begitu segar, asri dan menyejukkan. Air terjun ini belum terlalu ramai oleh pengunjung. Yang datang kesini biasanya adalah anak-anak remaja yang mencari tempat untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Saat weekend pun tempat ini juga tidak terlalu ramai sehinga sangat cocok untuk kamu yang mencari tempat piknik yang sepi untuk melepas penat dan lari sejenak dari hiruk pikuk

Curug Indah Tegalrejo ini terdiri dari beberapa curug yang bertingkat-tingkat. Masing-masing curug memiliki ketinggian yang bervariasi. Di setiap curug terdapat kolam dibagian bawahnya yang bisa kamu gunakan untuk berendam sambil merasakan udara sejuk alam terbuka. Segar rasanya

Curug Indah Tegalrejo ini masih minim fasilitas. Tidak ada toilet ataupun kamar mandi. Satu-satunya fasilitas yang ada disini adalah tempat parkir yang masih dikelola seadanya oleh masyarakat setempat. Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun kamu harus berjalan kaki terlebih dahulu selama sekitar 10 menit. Gemercik suara air serta udara yang sejuk akan langsung menyambut kehadiranmu di tempat ini

Untuk menuju satu curug ke curug yang lain kamu bisa berjalan melewati jalan setapak yang sedikit menanjak. Berbagai kegiatan bisa kamu lakukan di sekitar curug ini. Mau mandi atau berendam atau sekedar duduk-duduk santai di bebatuan, it’s okay. Namun perlu dicatat bahwa di tempat ini tidak ada kamar mandi untuk ganti baju

Serta jangan lupa untuk berhati-hati ketika berjalan diatas batu karna batu-batu di sekitar air terjun sangat keras dan licin di beberapa titik

Lokasi tempat ini berada di perbatasan antara kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan kabupaten Gunung Kidul, DIY. Tempat ini akan lebih mudah jika diakses dari kota Klaten. Tidak sampai satu jam. Karna lokasi curug ini dekat dengan kecamatan Bayat, masyarakat sekitar juga menyebut tempat ini dengan sebutan Curug Bayat. Jadi, jangan bingung kalau nanti kamu bertanya lokasi tempat ini namun malah diarahkan ke Curug Bayat. Sama saja

 

detail

Bermain Sandboarding di “Gurun Sahara”nya Jogja

Bermain Sandboarding di “Gurun Sahara”nya Jogja

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-898-677-5346 / +62744987811 pin bbm: 7ffc2323

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay
Larisa Homestay

Travel lovers, ternyata di Jogja ada “Gurun Sahara”nya lho! Ini tidak lain karena di kawasan selatan Bantul, tak jauh dari Pantai Depok terdapat fenomena gumuk pasir. Di kawasan ini Anda akan dimanjakan dengan lautan pasir namun di daratan. Gumuk pasir sejatinya merupakan materi vulkanik yang berasal dari Gunung Merapi yang mengalir ke arah laut melalui Sungai Opak. Pasir yang terbawa ke laut ini akhirnya dihempaskan ke tepian oleh gelombang laut. Setelah kering, butiran pasir tertiup oleh angin tenggara yang cukup kuat hingga membentuk gumuk pasir itu sendiri. Fenomena gumuk pasir di Bantul ditengarai merupakan satu-satunya fenomena gumuk pasir yang ada di Asia Tenggara.

Salah satu permainan yang sedang booming di gumuk pasir adalah sandboarding. Jika berkesempatan untuk liburan ke Jogja lagi, bermain sandboarding di “Gurun Sahara”nya kota gudeg merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang sayang dilewatkan. Permainan sandboarding sendiri merupakan permainan asyik pemicu adrenalin yang dilakukan menggunakan papan seluncur di atas hamparan pasir. Hobi istimewa di tempat istimewa, begitulah kiranya. Apalagi syarat mencoba permainan ini cukup sederhana, hanya tidak takut sinar matahari dan tidak takut jatuh. Itu saja. Jatuh bangun pada permainan ini bisa dikatakan hal yang biasa, apalagi bagi pemula yang belum pernah mencoba. Satu hal yang wajib dilakukan tanpa boleh ditawar tidak lain adalah penggunaan beragam alat pengaman seperti helm dan pengaman lutut.

Setelah memakai alat pengaman sesuai standar keamanan yang ada, posisikan diri senyaman mungkin tubuh pada suatu ketinggian tertentu. Ketika sudah siap, langsung saja meluncur dan menaklukan pasir yang berada  di gumuk pasir. Voilaaa, sensasi sandboarding dapat langsung Anda rasakan. Selain meluncur sendiri, Anda juga dapat menikmati sensasi sandboarding dengan tarikan tali yang dikaitan bagian belakang mobil jeep.  Mau pilih yang mana, itu terserah Anda. Tentu saja disesuaikan dengan budget travelling. Harga yang dipatok untuk menikmati sandboarding berkisar Rp 200.000 – Rp 350.000.

Salah satu tips menarik untuk melakukan permainan pemicu adrenalin ini tidak lain adalah menyiapkan stamina yang fit. Selain itu, pilihlah busana senyaman mungkin agar tidak mengganggu jalannya permainan asik di tempat yang asyik ini. Selain sandboarding, tempat yang dikenal pula dengan nama Gumuk Parangkusumo ini juga dapat digunakan untuk lokasi prewedding yang unik. Tak hanya itu, Anda juga dapat menyewa kuda dan berkeliling sekitar kawasan eksotis di ujung selatan Jogja. Terakhir, jangan lupa selfie ya!

Ada dua alternatif menuju gumuk pasir. Pertama, sebelum Anda menemukan loket pembayaran menuju Pantai Parangtritis, belokkan kendaraan Anda ke arah kanan hingga menemukan gerbang Pantai Depok. Nah, sebelum gerbang, ambil arah ke kiri. Tak jauh dari sini, gumuk pasir sudah dapat Anda nikmati. Namun jika Anda ingin menikmati indahnya Pantai Parangtritis terlebih dahulu, maka setelah membayar retribusi, teruslah mengambil jalan lurus. Dari Jalan Parangtritis ini, nanti akan ada jalan ke barat menuju gumuk pasir.

detail