www.larisahomestay.com +62822 4251 9444 pin bbm: 5E48B488

#256 of 277 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow MENGEJAR MATAHARI DI GUNUNG IRENG

MENGEJAR MATAHARI DI GUNUNG IRENG

Liburan ke Jogja mahal ?? Siapa bilang ^^ 
Cukup 100rb lho, mau ? Ayo langsung kesini
Hub kami :+62-822-4251-9444 / +62744987811

Rencanakan liburan Anda seindah mungkin bersama kami Larisa Homestay

Best Regards,

Larisa Homestay

--------------------------------------------

Gunung Ireng merupakan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit di Gunungkidul. Konon, bukit ini tercipta akibat tendangan sang pendekar Bratasena yang marah karena diganggu kumpulan monyet di puncak Gunung Merapi.
 

Tempat tujuan untuk berburu sunrise di Gunungkidul.

Gunung Ireng berlokasi di kawasan Pengkok, Patuk, Gunungkidul. Meskipun bernama "gunung", tempat ini sebenarnya hanya sebuah bukit berbatu kecil dengan puncak yang gundul. Puncak ini merupakan titik tertinggi di Dusun Srumbung dan dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk berburu pemandangan matahari terbit di Yogyakarta.

Bebatuan vulkanis di puncak bukit ini memang berwarna gelap, dengan sedikit pepohonan yang tumbuh di atasnya. Mungkin warna hitam inilah yang membuat lokasi ini disebut sebagai Gunung Ireng, yang dalam bahasa Jawa berarti "gunung hitam".

Seperti destinasi wisata lain di Yogyakarta, masyarakat di sekitar Gunung Ireng memiliki mitos tersendiri tentang proses terbentuknya bukit ini. Konon, bukit ini dibentuk oleh Raden Bratasena alias Bima, salah satu pendekar Pandawa yang terkenal kuat dan mudah marah. Berdasarkan legenda, Raden Bratasena marah karena melihat kumpulan monyet yang asyik bermain di atas gunung Merapi. Raden Bratasena pun bermaksud menendang monyet-monyet nakal tersebut, namun tendangannya justru meleset dan mengenai bebatuan besar di puncak gunung Merapi. Bebatuan ini pun terbang jauh hingga ke kawasan Gunungkidul, dan akhirnya bertumpuk-tumpuk menjadi Gunung Ireng seperti yang kita kenal saat ini.

Dari sisi geologi sendiri, Gunung Ireng merupakan bagian dari gunung api purba di masa Miocene, sekitar 5-23 juta tahun yang lalu. Gunung api ini meletus dan kehilangan bentuknya, namun sisa-sisa gunung tersebut masih bisa kita saksikan hingga saat ini. Sisa-sisa gunung api inilah yang membentuk beberapa formasi batuan vulkanis di kawasan Patuk, termasuk bukit Nglanggeran yang ada di utara Gunung Ireng.

Apapun ceritanya, Gunung Ireng tetap menjadi lokasi favorit para pelancong untuk menikmati fajar terindah di Yogyakarta. Beberapa traveler pun sering mendirikan tenda di dekat kawasan puncak supaya bisa lebih lama menikmati pemandangan dan suasana yang sejuk di kawasan ini. Namun, kita perlu mengingat untuk tidak merusak keindahan destinasi wisata ini dengan tidak membuang sampah sembarangan atau melakukan tindakan vandalisme, seperti yang dijelaskan dalam plang peraturan sebelum kita mendaki ke puncak.